DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS CEMPAKA KOTA BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | RIFANI ABDILLAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2019-07-15 |
HipertensiyadalahNsuatu keadaan seseorangNmengalami peningkatanMtekanan darah yaitu penaikantekanan sistolik darah 140 mmHg dan tekanan diastolik darah 90 mmHg. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2017, angka hipertensi di ProvinsinKalimantan Selatanypadantahun 2017 adalah 154.343 kasus. Kejadian hipertensi paling tinggi di kota Banjarmasin dengan angka kejadian 40.667 kasus, urutan kedua yaitu Kabupaten Banjar dengan angka kejadian 22.822 kasus dan urutan ketiga yaitu Kabupaten Hulu Sungai Utara dengan angka kejadian 15.911 kasus. Penelitiannini bertujuan untukymenganalisisyfaktor yangeberhubungan dengan kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan di PuskesmasnCempaka Kota Banjarmasin.Penelitianiiini menggunakan metode kuantitatif dengan rancanganyobservasionaliianalitiknmelalui pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitiannadalahnpasien yang berkunjung PuskesmasiCempaka Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sedangkan sampeledalam penelitian iniysebanyak 50 respondennsesuai denganypendapat Fraenkel dan Wallen yangydiambil menggunakan teknik accidental samplingidan menggunakanyuji fisher exact dengan derajatykepercayaan 95%. Instrumenypenelitian menggunakanykuesioner. Hasilypenelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara riwayat keluarga hipertensi (p-value=0,008), umur(p-value=0,038),obesitas(p-value=0,018)dan aktivitas fisik (p-value=0,008) denganykejadian hipertensiydiiPuskesmas Cempaka kota Banjarmasin.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI