DIGITAL LIBRARY



JUDUL:STUDI KINERJA BIAYA DAN WAKTU PADA PERCEPATAN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG BARU SMA MUHAMMADIYAH 1 BANJARMASIN
PENGARANG:MUHAMMAD RIDUAN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2019-07-15


STUDI KINERJA BIAYA DAN WAKTU PADA PERCEPATAN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG BARU SMA MUHAMMADIYAH 1 BANJARMASIN

 

Muhammad Riduan

Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat

Koresponden Penulis : m.riduan@bk.ru

 

ABSTRAK

Pada pelaksanaan proyek pembangunan sekolah sering terjadi permintaan yang beraneka ragam dari pihak sekolah, sebagai seorang kontraktor memenuhi keinginan nasabah adalah mutlak selagi ada kesepakatan diantara keduanya. Salah satu permintaan adalah mempercepat dibangunnya rumah agar bisa sesegera mungkin ditempati. Salah satu cara untuk mengantisipasinya dengan melakukan percepatan pembangunan. Proyek Pembangunan gedung baru SMA Muhammadiyah 1 Banjarmasin.

Dalam melakukan proses percepatan penjadwalan, dimulai dengan mengidentifikasi item pekerjaan pada proyek tersebut beserta susunannya untuk menentukan jadwalnya. Alternatif percepatan yang digunakan yaitu metode menambah jam kerja dengan metode menambah pekerja. Perhitungan dimulai dengan mencari lintasan kritis menggunakan metode penjadwalan Precedence Diagram Method (PDM) kemudian dilakukan crashing untuk mendapatkan percepatan waktu yang diinginkan dan metode mana yang memiliki hasil yang paling optimum

 

 

            Pada saat keadaan normal, sebuah gedung dapat diselesaikan dengan durasi 120 hari dengan 14 orang pekerja dan waktu kerja selam 8 jam/hari dengan biaya yang diperlukan sebesar Rp.1.202.450.724 Dari hasil penelitian didapatkan hasil, untuk metode menambah jam kerja selama 4 jam memiliki durasi pekerjaan 100 hari dengan biaya yang diperlukan sebesar Rp.1.349.754.480,-. Sedangkan untuk metode menambah pekerja sebanyak 6 orang didapatkan durasi  pekerjaan 100 hari dengan biaya yang diperlukan sebesar Rp.1.442.900.280,-

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI