DIGITAL LIBRARY



JUDUL:POTENSI TEGAKAN DAN DOMINANSI HUTAN ALAM SEKUNDER DI WILAYAH PERTAMBANGAN PT BORNEO INDOBARA KABUPATEN TANAH BUMBU
PENGARANG:LUDOVICUS TEGAR PRAKASA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-07


Hutan alam sekunder merupakan ekosistem yang terbentuk akibat proses regenerasi alami setelah mengalami gangguan, baik karena aktivitas manusia maupun faktor alam. Keberadaan hutan alam sekunder di wilayah pertambangan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mempertahankan keanekaragaman hayati, serta mendukung proses pemulihan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi tegakan, dominansi, keanekaragaman jenis, dan kemerataan jenis vegetasi pada hutan alam sekunder di sekitar Pit Mangkalapi, wilayah pertambangan PT Borneo Indobara, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Penelitian dilakukan menggunakan metode jalur berpetak dengan intensitas sampling 0,02% pada areal hutan alam sekunder seluas 5.897,50 ha. Sebanyak 32 plot pengamatan ditempatkan secara purposive untuk menginventarisasi vegetasi pada tingkat semai, pancang, tiang, dan pohon. Data dianalisis menggunakan Indeks Nilai Penting (INP), indeks dominansi Simpson (C), indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H'), serta indeks kemerataan jenis (E). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan alam sekunder PT Borneo Indobara memiliki komposisi jenis yang cukup beragam dengan dominansi kelompok meranti (Shorea spp.) pada sebagian besar tingkat pertumbuhan. Potensi tegakan menunjukkan pola regenerasi yang baik, ditandai oleh jumlah individu yang lebih tinggi pada tingkat semai dan pancang dibandingkan tingkat tiang dan pohon. Nilai indeks dominansi tergolong rendah hingga sedang, menunjukkan tidak adanya penguasaan yang berlebihan oleh satu jenis tertentu. Indeks keanekaragaman berada pada kategori sedang hingga tinggi, sedangkan indeks kemerataan menunjukkan penyebaran individu antar jenis yang relatif merata. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa hutan alam sekunder di sekitar Pit Mangkalapi masih memiliki struktur komunitas vegetasi yang stabil serta potensi ekologis yang baik untuk mendukung fungsi konservasi dan keberlanjutan pengelolaan kawasan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI