DIGITAL LIBRARY



JUDUL:IMPLEMENTASI DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN PARIWISATA BIRU PADA PANTAI AMAL BARU KOTA TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA
PENGARANG:ALDI NOVRIANTO SAPPU
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-10


Indonesia sebagai negara maritim dengan potensi sumber daya pesisir dan laut

yang besar memiliki peluang strategis dalam pengembangan pariwisata bahari

berbasis keberlanjutan. Salah satu pendekatan yang relevan adalah pariwisata biru

(blue tourism), yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan

dalam satu kerangka pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat

sekaligus menjaga kelestarian ekosistem pesisir. Pantai Amal Baru di Kota Tarakan

merupakan salah satu destinasi potensial yang mengalami peningkatan kunjungan

wisatawan, namun juga menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan

antara aktivitas ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pariwisata biru serta

menentukan prioritas pembangunan berkelanjutan di Pantai Amal Baru Kota

Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian menggunakan pendekatan mixed

methods dengan metode deskriptif eksplanatif. Teknik pengumpulan data dilakukan

melalui wawancara mendalam, observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis

data kualitatif menggunakan model Miles dan Huberman, sedangkan analisis

kuantitatif menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk

menentukan prioritas pembangunan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pariwisata biru di Pantai

Amal Baru telah berjalan cukup baik, ditandai dengan meningkatnya pendapatan

masyarakat, terbukanya lapangan kerja, serta berkembangnya usaha lokal di

kawasan pesisir. Selain itu, masyarakat juga berperan aktif dalam kegiatan

pelestarian lingkungan seperti pengelolaan sampah dan perlindungan ekosistem

mangrove. Namun demikian, peningkatan jumlah wisatawan masih memberikan

tekanan terhadap lingkungan pesisir, sehingga diperlukan pengelolaan yang lebih

terintegrasi dan berkelanjutan. Berdasarkan hasil analisis AHP, aspek ekonomi

menjadi prioritas utama dalam pembangunan pariwisata biru dengan bobot sebesar

29,1%, diikuti oleh aspek lingkungan sebesar 16,5% dan aspek sosial sebesar 9,1%.

Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata biru perlu dilakukan

secara seimbang dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan sosial.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan serta

strategi pengembangan pariwisata biru yang berkelanjutan di kawasan pesisir,

khususnya di Kota Tarakan.

Kata Kunci: Pariwisata Biru, Ekonomi Biru, Pembangunan Berkelanjutan,

AHP, Pantai Amal Baru

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI