DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Prarancangan Pabrik Hexamethylenetetramine Dari Formaldehida Dan Amonia Dengan Proses Alexander F. Maclean Kapasitas 10.000 Ton/Tahun | |
| PENGARANG | : | SITI NOR AMALIANI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-10 |
Hexamethylenetetramine banyak digunakan pada berbagai industri seperti industri pupuk, industri resin, industri karet, industri tekstil dan industri pertanian. Selain itu, hexamethylenetetramine berperan pula pada bidang medis yakni sebagai salah satu bahan antiseptik. Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan adanya peluang untuk ekspor yang masih terbuka, maka dirancang pabrik hexamethylenetetramine berkapasitas 10.000 ton/tahun. Dengan memperhatikan beberapa aspek meliputi aspek penyediaan bahan baku, transportasi, tenaga kerja, pemasaran serta utilitas maka dipilihkan lokasi untuk pabrik yang strategis di daerah Bontang, Provinsi Kalimantan Timur. Tepatnya di kawasan Kaltim Industrial Estate dengan luas area 265,6 Ha yang berjarak sekitar 120 Km dari Kota Samarinda. Adapun pabrik ini direncanakan dalam manajemen Perseroan Terbatas (PT) dengan jumlah karyawan sebanyak 118 karyawan dengan dipimpin oleh seorang direktur utama. Bahan baku yang digunakan adalah amonia 99,5% sebanyak 625,3060 kg/jam dan formaldehida 37% sebanyak 1.653,6409 kg/jam. Reaksi pembuatan hexamethylenetetramine dengan metode Alexander F. MacLean dilakukan dengan mereaksikan amonia dan formaldehida dalam Reaktor Alir Tangki Berpengaduk (RATB) yang dilengkapi dengan koil pendingin pada kondisi operasi tekanan dan suhu sebesar 1 atm dan 36°C. Utilitas membutuhkan air sebanyak 11.233,3818 kg/jam, steam yang dibutuhkan sebesar 4.946,5389 kg/jam, kebutuhan bahan bakar sebesar 461,4289 liter/jam dan listrik total yang dibutuhkan sebesar 253,6440 kWatt yang disuplai oleh generator AC sebanyak 1 set berkapasitas 1.500 kW. Pabrik ini memproduksi hexamethylenetetramine dengan kemurnian 99,9% massa. Hasil analisa ekonomi memberikan hasil Total Capital Investment (TCI) adalah sebesar Rp 314.087.781.940,- dan diperoleh hasil penjualan yaitu sebesar Rp 838.057.000.000,- per tahun. Selain itu diperoleh juga Return of Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 31% dan Return of Investment (ROI) sesudah pajak sebesar 20%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak yaitu 2,46 tahun dan Pay Out Time (POT) sesudah pajak sebesar 3,35 tahun. Sehingga diperoleh Break Even Point (BEP) sebesar 40% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 21,09%. Berdasarkan pertimbangan hasil evaluasi tersebut, maka pabrik Hexamethylenetetramine dengan kapasitas 10.000 ton/tahun ini layak untuk didirikan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI