DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ADAPTASI MASYARAKAT TERHADAP LIMBAH PABRIK KARET DI KELURAHAN PELAMBUAN KECAMATAN BANJARMASIN BARAT | |
| PENGARANG | : | DANTI HERLENA WATI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-10 |
Danti Herlena Wati, 2026 Adaptasi Masyarakat terhadap Limbah Pabrik Karet di Kelurahan Pelambuan Kecamatan Banjarmasin Barat.Skripsi. Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing 1: Rusmaniah, S.Pd.,M.Pd dan Pembimbing 2: Sovia Husni Rahmia, S.Pd., M.Pd.
Keberadaan pabrik karet di Kelurahan Pelambuan kecamatan Banjarmasin Barat, berjarak kurang dari 2 kilometer, sehingga tidak memenuhi ketentuan jarak aman ideal sesuai peraturan perundang-undangan. Kondisi lokasi tersebut menyebabkan aktivitas industri berdekatan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat dan menimbulkan dampak lingkungan berupa pencemaran udara, pencemaran air, serta penurunan kualitas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak lingkungan akibat limbah pabrik karet serta adaptasi masyarakat terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh limbah pabrik karet.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi. Subjek penelitian ditentukan menggunakan teknik snowball sampling yang melibatkan pihak kelurahan, pengurus RT/RW, serta warga masyarakat yang tinggal di sekitar pabrik karet. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya menggunakan teknik perpanjangan pengamatan dan triangulasi sumber, teknik, serta waktu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak lingkungan yang dirasakan masyarakat meliputi: (1) Pencemaran udara berupa bau menyengat yang berasal dari proses pengolahan karet, dirasakan masyarakat sekitar setiap hari. Pencemaran air yang ditandai dengan perubahan warna menjadi keruh, timbulnya bau tidak sedap, serta penurunan kualitas air sungai dan saluran. Pencemaran tanah ditandai dengan munculnya bau khas dari dalam tanah serta perubahan struktur fisik tanah yang mengurangi fungsi ekologisnya sebagai media tanam dan resapan air. (2) Masyarakat menyesuaikan diri dalam tiga cara: perilaku, sosial, dan ekonomi. Penyesuaian perilaku ditunjukkan melalui tindakan seperti menutup permukaan tanah di sekitar rumah dan mengatur penggunaan air sesuai kebutuhan. Penyesuaian sosial terlihat dari bagaimana warga sudah terbiasa dengan bau limbah, sehingga terbentuk norma dan kebiasaan baru; sementara penyesuaian ekonomi meliputi pembelian air PDAM untuk minum dan memasak, serta anggota komunitas yang bekerja di pabrik atau berdagang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa aktivitas pengolahan karet telah menyebabkan perubahan pada kondisi lingkungan yang dirasakan oleh masyarakat, seperti terganggunya kualitas air, udara, dan tanah. Dalam menghadapi kondisi ini, masyarakat melakukan berbagai penyesuaian. Penyesuaian ini mencakup perubahan perilaku, sosial, dan ekonomi yang dilakukan komunitas sebagai respons terhadap dampak lingkungan dari pabrik karet.
Kata kunci:Adaptasi masyarakat, dampak lingkungan, limbah pabrik karet.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI