DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | APLIKASI PUPUK PELET BERBAHAN KOTORAN SAPI DAN NPK TERHADAP KETERSEDIAAN KALIUM PADA DUA JENIS TANAH | |
| PENGARANG | : | PASKA APRIYANI MULYADI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-11 |
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya upaya perbaikan sifat kimia tanah melalui pemanfaatan teknologi pemupukan yang ramah lingkungan dan efisien, mengingat karakteristik tanah pasir yang rentan terhadap pencucian hara serta tanah kering masam yang memiliki fiksasi hara dan kemasaman tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta mendapatkan perlakuan terbaik dari pemberian variasi dosis pupuk pelet berbahan kotoran sapi dan NPK terhadap perubahan pH, kalium total (K2O), kalium tersedia (K-dd), dan Kapasitas Tukar Kation (KTK) pada dua jenis tanah (tanah pasir dan tanah kering masam). Penelitian dilakukan di Laboratorium Terpadu Jurusan Agroekoteknologi, dengan analisis sampel di Laboratorium Produksi Jurusan Agroekoteknologi dan Laboratorium Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat, yang dilaksanakan selama 8 (delapan) bulan terhitung dari tanggal 19 September 2025 hingga 13 April 2026. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Pola Tersarang (Nested Design) di mana faktor utama berupa jenis tanah dan faktor tersarang berupa formulasi pupuk, dengan masa pengamatan melalui inkubasi terkontrol selama 2 bulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk pelet berbahan kotoran sapi yang dikombinasikan dengan pupuk NPK memberikan pengaruh yang nyata dan signifikan terhadap perbaikan parameter pH, kandungan kalium total, kalium tersedia, serta Kapasitas Tukar Kation (KTK) pada kedua jenis tanah yang diuji. Dinamika ketersediaan hara selama masa inkubasi dari minggu ketiga hingga minggu keenam menunjukkan adanya fluktuasi pola respons yang sangat dipengaruhi oleh perbedaan karakteristik tekstur pasir dan tingkat kemasaman tanah kering masam. Pada tanah pasir, perlakuan formulasi K1, K2, dan K4 terbukti menjadi kelompok perlakuan terbaik yang secara konsisten mampu mempertahankan kestabilan reaksi tanah (pH), mencegah kehilangan hara akibat pencucian, serta menjaga nilai kalium total, kalium tersedia, dan KTK tetap optimal sepanjang periode inkubasi. Sementara itu, pada tanah kering masam, perlakuan formulasi K3 dan K2 memberikan hasil yang jauh lebih stabil dalam mempertahankan kandungan kalium total serta kalium tersedia guna menekan hambatan aluminium dan kemasaman tanah, sedangkan formulasi K1 terbukti paling unggul dalam menjaga peningkatan nilai Kapasitas Tukar Kation (KTK).
Secara keseluruhan, pemanfaatan pupuk pelet berbahan organik kotoran sapi dan anorganik ini terbukti sangat potensial dalam memperbaiki status kesuburan dan sifat kimia tanah. Keberhasilan efektivitas pupuk pelet ini sangat bergantung pada ketepatan penyesuaian formulasi dosis terhadap karakteristik spesifik masing-masing jenis tanah. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar dilakukan pengujian lanjutan secara langsung pada media tanaman di lapangan guna mengevaluasi efektivitas penyerapan hara oleh tanaman, serta penambahan bahan pembenah tanah seperti kapur dolomit untuk mengoptimalkan tingkat kemasaman tanah pada masa mendatang.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI