DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PRARANCANGAN PABRIK HEXAMETHYLENETRAMINE DARI FORMALDEHIDA DAN AMONIA DENGAN PROSES ALEXANDER F. MACLEAN KAPASITAS 10.000 TON/TAHUN | |
| PENGARANG | : | CICI RAHMADANIATI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-11 |
Hexamethylenetetramine banyak digunakan pada berbagai industri seperti industri pupuk, industri
resin, industri karet, industri tekstil dan industri pertanian. Selain itu, hexamethylenetetramine
berperan pula pada bidang medis yakni sebagai salah satu bahan antiseptik. Untuk memenuhi
kebutuhan dalam negeri dan adanya peluang untuk ekspor yang masih terbuka, maka dirancang
pabrik hexamethylenetetramine berkapasitas 10.000 ton/tahun. Dengan memperhatikan beberapa
aspek meliputi aspek penyediaan bahan baku, transportasi, tenaga kerja, pemasaran serta utilitas
maka dipilihkan lokasi untuk pabrik yang strategis di daerah Bontang, Provinsi Kalimantan Timur.
Tepatnya di kawasan Kaltim Industrial Estate dengan luas area 265,6 Ha yang berjarak sekitar 120
Km dari Kota Samarinda. Adapun pabrik ini direncanakan dalam manajemen Perseroan Terbatas
(PT) dengan jumlah karyawan sebanyak 118 karyawan dengan dipimpin oleh seorang direktur
utama. Bahan baku yang digunakan adalah amonia 99,5% sebanyak 625,3060 kg/jam dan
formaldehida 37% sebanyak 1.653,6409 kg/jam.
Reaksi pembuatan hexamethylenetetramine dengan metode Alexander F. MacLean
dilakukan dengan mereaksikan amonia dan formaldehida dalam Reaktor Alir Tangki Berpengaduk
(RATB) yang dilengkapi dengan koil pendingin pada kondisi operasi tekanan dan suhu sebesar 1
atm dan 36°C. Utilitas membutuhkan air sebanyak 11.233,3818 kg/jam, steam yang dibutuhkan
sebesar 4.946,5389 kg/jam, kebutuhan bahan bakar sebesar 461,4289 liter/jam dan listrik total yang
dibutuhkan sebesar 253,6440 kWatt yang disuplai oleh generator AC sebanyak 1 set berkapasitas
1.500 kW. Pabrik ini memproduksi hexamethylenetetramine dengan kemurnian 99,9% massa.
Hasil analisa ekonomi memberikan hasil Total Capital Investment (TCI) adalah sebesar Rp
314.087.781.940,- dan diperoleh hasil penjualan yaitu sebesar Rp 838.057.000.000,- per tahun.
Selain itu diperoleh juga Return of Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 31% dan Return of
Investment (ROI) sesudah pajak sebesar 20%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak yaitu 2,46 tahun
dan Pay Out Time (POT) sesudah pajak sebesar 3,35 tahun. Sehingga diperoleh Break Even Point
(BEP) sebesar 40% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 21,09%. Berdasarkan pertimbangan hasil
evaluasi tersebut, maka pabrik Hexamethylenetetramine dengan kapasitas 10.000 ton/tahun ini layak
untuk didirikan.
Kata kunci: Amonia, Formaldehida, Hexamethylenetetramine.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI