DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PETERNAKAN BROILER (Studi Kasus Usaha Peternakan Bapak Muradi dengan Pola Kemitraan di Desa Sumber Agung Kecamatan Halong Kabupaten Balangan) | |
| PENGARANG | : | WAHYU DHARMA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-11 |
ABSTRACT
This study aims to analyze the financial feasibility of Mr. Muradi’s broiler chicken farming business in Sumber Agung Village, Halong District, Balangan Regency, South Kalimantan. The research was conducted from January to February 2024 using a case study method with a quantitative descriptive approach. Data utilized included primary data obtained through observation, interviews, and questionnaires with the business owner, as well as secondary data sourced from the Central Statistics Agency (BPS), relevant agencies, and various literature. Financial feasibility analysis was performed using the following indicators: Net Present Value (NPV), Benefit-Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR), and Managerial Income (PP). The results indicate that the broiler farming business has a rearing capacity of 5,000 birds per cycle—or 30,000 birds annually—operating under a partnership system. Total business revenue in 2024 amounted to Rp747,242,500, with total costs of Rp477,902,153.33, resulting in a managerial income of Rp269,340,346.67. Financial analysis results showed an NPV of Rp166,414,060.98, a BCR of 2.383, and an IRR of 32.94% (exceeding the 3% discount rate). Based on investment feasibility criteria—specifically the positive NPV, a BCR greater than one, and an IRR exceeding the discount rate—the broiler farming business is deemed financially feasible, profitable, and holds good prospects for future development.
Keywords: broiler chicken , financial feasibility, Animal Husbandry.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha peternakan ayam broiler milik Bapak Muradi di Desa Sumber Agung, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari–Februari 2024 menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan meliputi data primer yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada pemilik usaha, serta data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik, instansi terkait, dan berbagai literatur. Analisis kelayakan finansial dilakukan menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR), dan Pendapatan Pengelola (PP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha peternakan ayam broiler memiliki kapasitas pemeliharaan 5.000 ekor per periode atau 30.000 ekor per tahun dengan sistem kemitraan. Total penerimaan usaha pada tahun 2024 sebesar Rp747.242.500, total biaya sebesar Rp477.902.153,33, sehingga diperoleh pendapatan pengelola sebesar Rp269.340.346,67. Hasil analisis finansial menunjukkan nilai NPV sebesar Rp166.414.060,98, BCR sebesar 2,383, dan IRR sebesar 32,94%, lebih tinggi dibandingkan tingkat suku bunga (discount rate) sebesar 3%. Berdasarkan kriteria kelayakan investasi, nilai NPV yang positif, BCR lebih besar dari satu, dan IRR yang melebihi tingkat suku bunga menunjukkan bahwa usaha peternakan ayam broiler layak secara finansial, menguntungkan, dan memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan.
Kata kunci: ayam broiler, analisis kelayakan finansial, peternakan..
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI