DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PERKAWINAN ADAT BANJAR DALAM PERSPEKTIF ETNOLINGUISTIK | |
| PENGARANG | : | RISA LISDARIANI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-11 |
ABSTRAK
Lisdariani, Risa. 2026. Perkawinan Adat Banjar dalam Perspektif Etnolinguistik. DISERTASI. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing : (I) Prof. Dr. Fatchul Mu’in, M. Hum., (II) Dr. Rina Listia, M.Pd.
Kata Kunci: perkawinan adat banjar, baantaran, etnolinguistik, etnografi komunikasi, makna simbolik,
Penelitian ini mengkaji perkawinan adat Banjar dalam perspektif etnolinguistik dengan fokus pada prosesi baantaran sebagai objek kajian. Kajian meliputi etnografi perkawinan adat Banjar, komunikasi verbal dan nonverbal dalam pelaksanaannya, serta makna simbolik yang terkandung dalam artefak yang digunakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari identitas masyarakat Banjar yang diwariskan melalui tradisi perkawinan. Prosesi baantaran tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari rangkaian perkawinan adat Banjar, tetapi juga merepresentasikan nilai-nilai, norma, dan pandangan hidup masyarakat Banjar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan etnografi perkawinan adat Banjar, mengungkap bentuk komunikasi verbal dan nonverbal yang digunakan, serta menjelaskan makna simbolik yang terkandung dalam artefak pada prosesi baantaran.
Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi, etnografi komunikasi, dan budaya. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pelaksanaan perkawinan adat Banjar di Kalimantan Selatan. Informan penelitian terdiri atas tokoh adat, pelaku adat, keluarga pengantin, dan masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan perkawinan adat. Data dianalisis secara deskriptif interpretatif untuk mengungkap hubungan antara bahasa, budaya, komunikasi, dan simbol-simbol yang digunakan dalam tradisi perkawinan adat Banjar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa etnografi perkawinan adat Banjar mencerminkan sistem budaya yang terstruktur melalui berbagai tahapan dan praktik sosial yang mengandung nilai religius, sosial, dan kekerabatan. Komunikasi verbal dalam perkawinan adat Banjar diwujudkan melalui penggunaan bahasa Banjar, bahasa Indonesia, dan bahasa Arab serta ungkapan-ungkapan bernuansa religius yang berfungsi sebagai sarana penyampaian maksud, penghormatan, nasihat, doa, dan penguatan hubungan sosial. Sementara itu, komunikasi nonverbal tampak dalam berbagai bentuk gestur, ekspresi, tata cara interaksi, penggunaan ruang, pakaian adat, serta tindakan simbolik yang merepresentasikan penghormatan, kesopanan, penerimaan, dan solidaritas antarkeluarga.
Penelitian ini juga menemukan bahwa berbagai artefak dalam perkawinan adat Banjar memiliki makna simbolik yang merepresentasikan nilai-nilai budaya masyarakat Banjar. Artefak tersebut tidak hanya berfungsi sebagai perlengkapan adat, tetapi juga sebagai media komunikasi budaya yang menyampaikan pesan mengenai tanggung jawab, kesiapan berumah tangga, status sosial, harapan kehidupan yang harmonis, serta nilai-nilai religius yang dianut masyarakat Banjar.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI