DIGITAL LIBRARY



JUDUL:UJI TOKSISITAS KAPSUL EKSTRAK IKAN TOMAN (Channa micropeltes) TERHADAP PERUBAHAN KADAR SGOT dan SGPT PADA TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus)
PENGARANG:NADYA REZKI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2019-07-15


Latar Belakang: Ikan Toman dipilih sebagai alternatif lain dari ikan Haruan karena sama-sama memiliki kandungan albumin. Ikan Toman memiliki kandungan albumin sebesar 5,35% sehingga dipilih sebagai obat alternatif untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Ekstrak ikan Toman yang berupa sediaan kapsul akan masuk ke dalam tubuh dan di metabolisme di dalam hati. Perlu dilakukan uji toksisitas untuk melihat keamanan kapsul ekstrak ikan Toman terhadap hati. Uji toksisitas pada hati bisa dilihat dari perubahan kadar enzim SGOT dan SGPT. Tujuan: Membuktikan pengaruh pemberian kapsul ekstrak ikan Toman dosis 0,7 gram secara oral terhadap perubahan kadar SGOT dan SGPT pada hati tikus Wistar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian true eksperimental design dengan rancangan post test only with control group design. Sampel pada penelitian ini adalah tikus wistar sebanyak 12 ekor dengan berat badan 200-300 gram dan umur 6-8 minggu yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok kontrol, kelompok positif kapsul ekstrak ikan Haruan dosis 0,7 gram dan kelompok perlakuan kapsul ekstrak ikan Toman dosis 0,7 gram yang diberikan secara oral selama 28 hari. Hasil: Nilai kadar SGOT dan SGPT pada kelompok perlakukan ikan Toman sebesar 19,41 IU/L dan 29,52 IU/L, pada kelompok negatif kadar SGOT dan SGPT sebesar 25,07 IU/L dan 18,90 IU/L. Sedangkan pada kelompok positif kadar SGOT sebesar 31,95 IU/L dan SGPT sebesar 28,71 IU/L. Kesimpulan: Tidak terdapat pengaruh pemberian kapsul ekstrak ikan Toman dosis 0,7 gram secara oral terhadap perubahan kadar SGOT dan SGPT pada hati tikus Wistar.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI