DIGITAL LIBRARY



JUDUL:HUBUNGAN KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN LUMUT (BRYOPHYTA) DENGAN KUALITAS UDARA DI KOTA BANJARBARU
PENGARANG:PUTRI MAYANTI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-12


Pencemaran udara merupakan permasalahan lingkungan global yang berdampak pada kesehatan manusia dan keanekaragaman hayati. Bryophyta merupakan bioindikator yang sensitif terhadap polutan, sehingga keanekaragamannya dapat menggambarkan kualitas udara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman Bryophyta dan kualitas udara berdasarkan nilai Index of Atmospheric Purity (IAP), serta mengkaji keterkaitan keduanya di Kota Banjarbaru. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling pada 4 lokasi yaitu, Jl. A. Yani, Jl. Trikora, Hutan Kota Pinus, dan Tahura Sultan Adam. Lumut yang diperoleh dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H') dan index of atmospheric purity (IAP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 18 spesies Bryophyta. Nilai indeks keanekaragaman berkisar antara 0,90 – 2,48, sedangkan nilai IAP berkisar antara 3,370 – 55,40. Lokasi Tahura Sultan Adam dan Hutan Kota Pinusmemiliki nilai keanekaragaman dan IAP tertinggi, sedangkan Jl. A. Yani dan Jl. Trikora memiliki nilai terendah. Keanekaragaman tumbuhan lumut menunjukkan kecenderungan hubungan positif dengan nilai IAP, meskipun tidak signifikan secara statistik (r? = 0,800; p = 0,333). Penelitian ini menyimpulkan bahwa Bryophyta berpotensi dimanfaatkan sebagai bioindikator kualitas udara di Kota Banjarbaru karena variasi keanekaragaman spesies mampu menggambarkan perbedaan kondisi kualitas udara pada setiap lokasi penelitian.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI