DIGITAL LIBRARY



JUDUL:EVALUASI KINERJA DAN PEMANFAATAN BENDUNGAN (STUDI KASUS: BENDUNGAN TAPIN DI KABUPATEN TAPIN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN)
PENGARANG:RAINER PERLINDUNGAN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-12


Bendungan Tapin di Provinsi Kalimantan Selatan merupakan infrastruktur sumber daya air multifungsi yang dibangun untuk memitigasi krisis air dan mengendalikan banjir. Sejak beroperasi mulai tahun 2023, kinerja Bendungan Tapin sampai saat ini dihadapkan pada dinamika hidrologi dan tantangan optimasi pemenuhan air. Adanya variabilitas curah hujan musiman serta peningkatan intensitas kebutuhan air menyebabkan keseimbangan antara ketersediaan air di tampungan (inflow) dan kebutuhan pelepasan air (outflow). Sampai tahun 2025 penilaian kinerja Bendungan Tapin sebagai pengoperasi pemenuhan kebutuhan air baku dan irigasi dinilai dengan predikat Baik, namun masih sering terjadi banjir di hilir Bendungan dan kekurangan air di Daerah Irigasi Tapin pada sawah-sawah yang berada jauh dari intake.

Evaluasi kinerja bendungan dilakukan menggunakan metode skoring dan pembobotan untuk menilai aspek fisik, lingkungan, operasi, dan layanan. Selanjutnya, analisis pengoptimalan alokasi air diselesaikan menggunakan model optimasi program linier dengan bantuan fitur Solver pada Microsoft Excel. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi lapangan, inspeksi visual terhadap kondisi fisik bangunan, serta wawancara dengan pihak pengelola bendungan. Data sekunder didapatkan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Banjarmasin, yang meliputi dokumen teknis perencanaan, as-built drawing, serta laporan operasi dan pemeliharaan (O&P).

Hasil Laporan evaluasi menunjukkan bahwa kinerja Bendungan Tapin pada tahun 2026 secara keseluruhan berada pada kategori Baik, dengan rincian nilai Aspek Fisik dan Lingkungan sebesar 83,33 serta Aspek Operasi dan Layanan sebesar 85,88. Meskipun demikian, kinerja pada kedua aspek tersebut mengalami tren penurunan jika dibandingkan dengan hasil penilaian pada tahun 2025. Melalui pengujian 3 (tiga) simulasi beban layanan, volume tampungan efektif sebesar kurang lebih 49 juta m³ mampu mencukupi pasokan air secara penuh tanpa defisit, baik pada pemenuhan kondisi eksisting dengan air baku parsial (Simulasi 1) maupun saat pemanfaatan air baku dimaksimalkan hingga 0,5 m³/detik (Simulasi 2). Lebih lanjut, pada Simulasi 3, bendungan juga tetap secara simultan mampu memenuhi seluruh kebutuhan irigasi, pasokan air baku domestik yang harus dijaga 100% tanpa defisit, serta beban tambahan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) 3,3 MW. Namun perlu dilakukan penyesuaian terhadap bulan Februari karena merupakan awal masa Tanam maka diperlukan penyesuaian pola operasi.

Kata Kunci: Aspek fisik dan lingkungan, Aspek operasi dan layanan, Bendungan Tapin, Evaluasi kinerja, Optimasi kinerja tampungan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI