DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | KARAKTERISTIK DAN KELIMPAHAN MIKROPLASTIK DI PERAIRAN PANTAI ANGSANA KABUPATEN TANAH BUMBU KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | ALYA FITRI KHAIRUNNISA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-12 |
ALYA FITRI KHAIRUNNISA(2210716220009), Karakteristik dan Kelimpahan Mikroplastik di Perairan Pantai Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, di bawah bimbingan Muh. Afdal, S.Kel., M.Si. sebagai pembimbing.
Pencemaran mikroplastik di lingkungan pesisir dan laut merupakan ancaman serius bagi ekosistem akuatik dan kesehatan manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik mikroplastik (bentuk, warna, dan ukuran), menganalisis kelimpahan serta titik akumulasi (hotspot), dan menganalisis pengaruh pola pergerakan arus terhadap distribusi mikroplastik di Perairan Pantai Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Maret hingga Juni 2026 di 6 stasiun pengamatan yang terbagi menjadi Zona Pantai (P1, P2, P3) dan Zona Laut (L1, L2, L3) menggunakan metode bucket (grab sampling) dan disaring dengan plankton net berukuran 20 µm. Preparasi sampel mencakup oksidasi bahan organik dengan H?O? 30% dan penyaringan menggunakan kertas saring Whatman 0,45 µm. Identifikasi karakteristik mikroplastik dilakukan menggunakan mikroskop stereo dan perangkat lunak Capture V2.4. Hasil penelitian menemukan sebanyak 877 partikel mikroplastik pada seluruh stasiun. Bentuk mikroplastik yang ditemukan didominasi oleh fragment (53%), diikuti oleh line (42%), dan film (5%). Variasi warna mikroplastik terdiri dari 8 warna dengan dominasi warna cokelat (27%), hitam (21%), dan merah (20%). Berdasarkan ukuran, mikroplastik didominasi oleh kategori small microplastic (1–1000 µm) sebesar 91% (terutama pada rentang 100–500 µm), sedangkan large microplastic (1000–5000 µm) sebesar 9%. Nilai kelimpahan mikroplastik di Perairan Pantai Angsana berkisar antara 1.466,7 hingga 7.266,7 partikel/m³. Kelimpahan tertinggi ditemukan pada kawasan muara sungai (Stasiun P3) dan pemukiman nelayan (Stasiun P2), sedangkan kelimpahan terendah berada di zona laut lepas (Stasiun L1). Pola pergerakan arus dan dinamika pasang surut berperan sebagai mekanisme pasokan dan transpor horizontal yang membawa serta mengakumulasi mikroplastik dari sumber daratan dan muara menuju perairan pesisir.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI