DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS KETEBALAN SEDIMEN DAN MORFOLOGI DASAR PERAIRAN DI SEKITAR BANGKAI KAPAL PELABUHAN TRISAKTI
PENGARANG:RIO CANDRA RENALDI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-13


RIO CANDRA RENALDI (2210716110002), Analisis Ketebalan Sedimen dan Morfologi Dasar Perairan di Sekitar Bangkai Kapal Pelabuhan Trisakti, di bawah bimbingan Ira Puspita Dewi, S.Kel., M.Si sebagai pembimbing.

 

Keberadaan dua bangkai kapal yang menumpuk di depan Dermaga Peti Kemas Pelabuhan Trisakti, termasuk MV Keneukai yang karam pada Desember 2017, menjadi hambatan fisik yang mengubah pola aliran arus dan mempercepat akumulasi sedimen di sekitarnya. Kondisi ini mengancam parameter kedalaman aman (safe draft) dan keselamatan navigasi kapal-kapal berukuran besar yang melintas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan morfologi dasar perairan, menghitung laju sedimentasi, dan mengevaluasi dampaknya terhadap keamanan alur pelayaran di sekitar bangkai kapal Pelabuhan Trisakti.

Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan time series yang membandingkan data batimetri tahun 2023 hasil survei PT Pelindo dengan data batimetri tahun 2025 hasil survei Distrik Navigasi (Disnav) Kelas II Banjarmasin. Data kedalaman diperoleh menggunakan Single Beam Echosounder (SBES) CHCNAV D270 yang diintegrasikan dengan Trimble GNSS R780-2 untuk penentuan posisi. Analisis ketebalan sedimen dan pola scouring dilakukan menggunakan metode komputasi spasial cut and fill pada perangkat lunak ArcGIS 10.8. Evaluasi keamanan alur dilakukan melalui analisis Clearance Margin berdasarkan kedalaman minimum yang dipersyaratkan sebesar 6,6 meter (draft 6,0 m + UKC 10%).

Hasil analisis raster subtraction menunjukkan perubahan elevasi dasar perairan berkisar antara +2,84 meter (deposisi maksimum) hingga -2,44 meter (erosi maksimum) selama 14 bulan pengamatan. Total volume akumulasi sedimen mencapai 2.217,212 m³ dengan laju tahunan sebesar 1.108,606 m³/tahun. Deposisi terkonsentrasi di sisi hilir bangkai kapal ke arah Selatan–Barat Daya akibat penurunan kecepatan arus di zona bayang-bayang (wake zone), sementara scouring terbentuk di sekitar lambung kapal akibat turbulensi dari penyempitan aliran. Evaluasi keselamatan navigasi membuktikan bahwa seluruh zona di sekitar bangkai kapal Trisakti telah masuk kategori Zona Bahaya (Hazard Zone), dengan kedalaman aktual hanya berkisar -4,0 hingga -6,0 meter, sehingga kapal bermuatan penuh dengan draft 6,0 meter tidak dapat melintas dengan aman pada kondisi surut dan area tersebut hanya dapat dilalui secara kondisional pada saat pasang tertinggi.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI