DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PERNIKAHAN ADAT BATAK TOBA DI KOTA BANJARBARU TAHUN 2006-2023 | |
| PENGARANG | : | RUTH EKAKRISTI BANJARNAHOR | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-20 |
Masyarakat Batak Toba di Kota Banjarbaru menghadapi tantangan
dalam mempertahankan tradisi pernikahan adat di tengah pengaruh
modernisasi dan globalisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis
perkembangan pelaksanaan pernikahan adat Batak Toba di Banjarbaru
tahun 2006-2023, mengidentifikasi perubahan struktur upacara, dan
mengkaji upaya pelestarian nilai-nilai budaya. Metode penelitian
menggunakan metode sejarah melalui tahap heuristik, kritik, interpretasi,
dan historiografi.
Hasil penelitian menyimpulkan dua hal utama untuk menjawab
rumusan masalah. Pertama, latar belakang pelaksanaan pernikahan adat
Batak Toba di Banjarbaru didorong oleh ikatan marga dan komitmen
menjaga identitas di tanah rantau. Prosesi pernikahan ini secara utuh
bersandar pada struktur Dalihan Na Tolu (hula-hula, dongan tubu, boru)
yang diwujudkan melalui tahapan terstruktur mulai dari marhori-hori
dinding, marhusip, marhata sinamot, martumpol, hingga pesta unjuk.
Kedua, perkembangan tradisi pada periode 2006–2023 menunjukkan pola
adaptasi kreatif berupa pemadatan waktu dan tempat akibat keterbatasan
biaya, ruang, serta tokoh adat di perantauan. Adaptasi ini memicu
pergeseran makna benda adat seperti ulos, tandok, boras si pir ni tondi, dan
sinamot yang kini lebih difungsikan sebagai simbol identitas budaya dan
penghormatan sosial dibandingkan sebagai sarana ritual sakral-keagamaan.
Meskipun terjadi simplifikasi teknis, tradisi ini menunjukkan resiliensibudaya (cultural resilience) yang kuat karena nilai-nilai inti filosofinya tetap
dipertahankan secara kolektif.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI