DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Serangan Hama Lalat Buah Pada Tanaman Cabai Di Desa Bentok Darat Kabupaten Tanah Laut
PENGARANG:MUHAMMAD IHRAM ALDIANOOR
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-18


Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan komoditas hortikultura penting di Indonesia namun produktivitasnya sering mengalami penurunan akibat serangan hama yang disebabkan oleh Bactrocera sp. Serangan ini banyak ditemukan di wilayah tropis dan dapat menyebabkan kerugian hasil yang cukup besar. Desa Bentok Darat Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut merupakan salah satu wilayah sentra pertanaman cabai yang menghadapi permasalahan serupa, namun data mengenai tingkat kejadiannya belum tersedia. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kejadian serangan hama lalat buah pada tanaman cabai di wilayah tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan September hingga Oktober 2025 di lahan pertanian milik petani. Lima titik pengamatan ditetapkan masing-masing mewakili 10 tanaman cabai yang telah ditandai. Pengamatan dilakukan selama lima minggu dengan menghitung proporsi buah yang menunjukkan gejala serangan hama lalat buah pada setiap titik. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan dinamika kejadian serangan selama periode pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangan lalat buah pada tanaman cabai di Desa Bentok Darat terjadi pada seluruh petak pengamatan dengan intensitas yang bervariasi. Persentase serangan pada minggu pertama berada pada kisaran 4.91%-10.56% dan mengalami fluktuasi sepanjang lima minggu pengamatan dengan nilai tertinggi mencapai 9,97% pada minggu kelima. Petak 5 cenderung menjadi lokasi dengan serangan tertinggi yang mengindikasikan adanya kondisi mikrohabitat yang lebih mendukung populasi lalat buah seperti keberadaan buah rontok atau tingkat sanitasi yang rendah. Periode peningkatan serangan terutama terjadi pada minggu kedua dan keempat, bertepatan dengan fase perkembangan buah cabai yang lebih matang dan lebih menarik bagi lalat buah betina untuk oviposisi. Variasi serangan antar petak mengonfirmasi bahwa perbedaan praktik budidaya, kondisi lingkungan dan keberadaan inang alternatif berperan besar dalam menentukan intensitas serangan. Secara keseluruhan, tingkat serangan berada pada kategori ringan hingga sedang namun menunjukkan kecenderungan meningkat pada fase tertentu, sehingga pengelolaan hama yang tepat menjadi aspek penting dalam menjaga keberlanjutan produksi cabai.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI