DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | HASIL PRODUKSI ARANG BERBAHAN BAKU KAYU HALABAN (Vitex pubescens Vahl) DARI LIMBAH LAHAN MASYARAKAT DI KABUPATEN BANJAR | |
| PENGARANG | : | NAUFAL AHMAD SIDQI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-18 |
NAUFAL AHMAD SIDQI. 2026. Hasil Produksi Arang Berbahan Baku Kayu Halaban (Vitex pubescens Vahl) dari Limbah Pembersihan Lahan Masyarakat di Kabupaten Banjar. Skripsi, Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Ir. M. Faisal Mahdie, M.P. dan Dr. Adi Rahmadi, S.Hut., M.T.
Kata kunci: Kayu halaban, arang kayu, karakteristik arang, efisiensi volume, karbonisasi..
Limbah biomassa hasil pembersihan lahan masyarakat umumnya belum dimanfaatkan secara optimal dan sering kali dibakar secara terbuka sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan serta kehilangan nilai ekonomi. Salah satu jenis kayu yang banyak ditemukan pada limbah tersebut adalah kayu halaban (Vitex pubescens Vahl), yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku arang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik arang kayu halaban berdasarkan kadar air, kadar abu, zat terbang, karbon terikat, dan nilai kalor, serta mengukur efisiensi volume arang yang dihasilkan melalui proses karbonisasi menggunakan drum sederhana. Penelitian dilaksanakan pada tiga lokasi pengambilan bahan baku di Kabupaten Banjar menggunakan metode eksperimen dengan tiga kali ulangan berdasarkan lokasi pengambilan bahan baku. Arang yang dihasilkan diuji di laboratorium dan dievaluasi berdasarkan persyaratan mutu arang kayu menurut SNI 1683:2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arang kayu halaban memiliki kadar air rata-rata 4,87%, kadar abu 3,90%, zat terbang 46,84%, karbon terikat 44,39%, dan nilai kalor 5.790 kal/g. Berdasarkan SNI 1683:2021, kadar air dan kadar abu telah memenuhi persyaratan mutu, sedangkan kadar zat terbang, karbon terikat, dan nilai kalor belum memenuhi standar. Efisiensi volume arang pada ulangan pertama, kedua, dan ketiga berturut-turut sebesar 40,73%, 41,01%, dan 37,66%, dengan rata-rata 39,55%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah kayu halaban memiliki potensi sebagai bahan baku arang dan sumber energi biomassa alternatif. Namun demikian, tingginya kadar zat terbang menunjukkan bahwa proses karbonisasi menggunakan drum sederhana belum berlangsung optimal sehingga pengendalian suhu, distribusi panas, dan ventilasi perlu ditingkatkan untuk menghasilkan arang yang memenuhi seluruh persyaratan mutu SNI 1683:2021.
NAUFAL AHMAD SIDQI. 2026. Production of Charcoal from Halaban Wood (Vitex pubescens Vahl) Derived from Community Land-Clearing Waste in Banjar Regency. Undergraduate Thesis, Forestry Study Program, Faculty of Forestry, Lambung Mangkurat University. Advisors: Ir. M. Faisal Mahdie, M.P. and Dr. Adi Rahmadi, S.Hut., M.T.
Keywords: Halaban wood, charcoal, charcoal characteristics, volume efficiency, carbonization.
Biomass waste generated from community land clearing is generally underutilized and is often openly burned, causing environmental pollution and loss of economic value. One of the wood species commonly found in land-clearing waste in Banjar Regency is Halaban wood (Vitex pubescens Vahl), which has considerable potential as a raw material for charcoal production. This study aimed to determine the characteristics of Halaban wood charcoal based on moisture content, ash content, volatile matter, fixed carbon, and calorific value, as well as to measure the volume efficiency of charcoal produced through a simple drum carbonization process. The study was conducted at three raw material collection sites in Banjar Regency using an experimental method with three replications based on the sampling locations. The resulting charcoal was analyzed in the laboratory and evaluated according to the quality requirements of SNI 1683:2021. The results showed that Halaban wood charcoal had an average moisture content of 4.87%, ash content of 3.90%, volatile matter of 46.84%, fixed carbon of 44.39%, and a calorific value of 5,790 cal/g. Based on SNI 1683:2021, the moisture content and ash content met the quality requirements, whereas volatile matter, fixed carbon, and calorific value did not meet the standard. The charcoal volume efficiency for the first, second, and third replications was 40.73%, 41.01%, and 37.66%, respectively, with an average of 39.55%. The results indicate that Halaban wood waste has good potential as a raw material for charcoal production and as an alternative biomass energy source. However, the relatively high volatile matter indicates that the carbonization process using a simple drum has not yet reached optimal conditions. Therefore, improvements in temperature control, heat distribution, and air ventilation are required to produce charcoal that fully complies with the quality requirements of SNI 1683:2021.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI