DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Dinamika Kandungan Klorofil Daun pada Perkembangan Tanaman Cabai Rawit cv. Hiyung di Lahan Kering
PENGARANG:MUHAMMAD RAIHAN FADHILAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-18


Klorofil merupakan pigmen utama dalam fotosintesis yang berperan menangkap energi cahaya dan mengubahnya menjadi energi kimia. Dinamika kandungan klorofil selama fase perkembangan tanaman dapat dijadikan indikator untuk menilai respons fisiologis tanaman terhadap perubahan kondisi lingkungan, terutama pada lahan kering yang bercirikan suhu tinggi dan keterbatasan air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola dinamika kandungan klorofil daun cabai rawit cv. Hiyung selama fase perkembangan vegetatif menuju generatif di lahan kering, serta menentukan fase perkembangan di mana terjadi penurunan kandungan klorofil daun paling signifikan. Penelitian dilaksanakan di Lahan Rumah Kaca dan Laboratorium Produksi, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, dari September 2025 hingga Februari 2026. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan 5 tanaman sampel yang dipilih secara purposive sampling dari total populasi 72 tanaman. Sampel daun diambil pada 5 fase perkembangan: vegetatif akhir (MST 8), anthesis (MST 9), bakal buah (MST 14), masak buah (MST 15), dan senesens (MST 18). Analisis kandungan klorofil a, b, dan total dilakukan menggunakan metode spektrofotometri UV-VIS pada panjang gelombang 645 nm dan 663 nm dengan rumus Arnon (1949). Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan pola dinamika klorofil yang menurun namun fluktuatif. Klorofil b mencapai puncak pada fase anthesis (62,41 mg/L), sedangkan klorofil a dan total mencapai puncak pada fase vegetatif akhir (36,28 mg/L dan 85,05 mg/L). Penurunan drastis terjadi pada transisi anthesis menuju bakal buah, dengan klorofil total turun dari 84,01 mg/L menjadi 51,04 mg/L. Model regresi linear menunjukkan pengaruh signifikan fase perkembangan terhadap penurunan klorofil total (R² = 88,86%; p < 0,05), dengan laju penurunan 4,02 mg/L per fase. Persamaan regresi yang diperoleh adalah klorofil a: Y = 44,886 - 1,2163X (R² = 0,8322; p < 0,05), klorofil b: Y = 82,842 - 3,4901X (R² = 0,7783; p < 0,05), dan klorofil total: Y = 116,41 - 4,023X (R² = 0,8886; p < 0,05).

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI