DIGITAL LIBRARY



JUDUL:STRATEGI PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP BERDASARKAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT SUKU BAJAU DI PULAU LAUT
PENGARANG:NASRULLAH ZAMZAMI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-20


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi kearifan lokal masyarakat Suku Bajau saat ini terkait dengan pelestarian dan pengelolaan lingkungan, juga menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran kearifan lokal masyarakat Suku Bajau saat ini terkait pelestarian dan pengelolaan lingkungan. dan merumuskan strategi pengembangan kearifan lokal berdasarkan perspektif pelestarian dan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan.

Metode penelitian ini dengan menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologi agar dapat mengetahui realitas dan fenomena sosial secara mendalam yang ada di masyarakat. Penelitian kualitatif sendiri bersifat deskriptif yang berisi data-data sesuai fakta di lapangan. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Desa Rampa Kecamatan Pulaulaut Sigam, Kabupaten Kotabaru.

Hasil dari penelitian ini di ketahui bahwa kondisi keberadaan kearifan lokal masyarakat Suku bajau yang ada di Desa Rampa Kecamatan Pulaulaut Sigam masih ada dan di pelihara oleh sebagian masyarakat Suku Bajau tersebut, sehingga kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Suku Bajau tersebut hanya di ketahui dan di pahami oleh masyarakat yang sudah berusia tua dan masyarakat yang peduli akan budaya Suku Bajau, tetapi akibat adanya Pembangunan dari Pemerintah dan Stakeholder lainnya, telah mengakibatnya terjadinya pergeseran nilai dari kearifan lokal tersebut, sehingga dalam melakukan pengelolaan lingkungan pada Desa Rampa perlu dilakukan strategi pengelolaan lingkungan berdasarkan kearifan lokal yang telah mereka kenal dan miliki untuk melaksanakan Pembangunan yang berkelanjutan.

Dari penelitian di ketahui bahwa kearifan lokal yang masih dimiliki oleh masyarakat Suku Bajau masih di yakini dan di percayai dalam menjalani kehidupan di Desa Rampa, Seperti Pandangan Hidup (Perspektif) terhadap laut, Sasakai, Bapongka/Babangi, Palilibu dan Selamatan Leut, serta Pamali yang mereka percayai. istilah ini selain masih digunakan juga masih dilaksanakan oleh masyarakat Suku Bajau di Desa Rampa dalam kehidupannya. Kondisi yang menjadi munculnya faktor-faktor berakibat terjadinya perubahan dan pergeseran di masyarakat Suku Bajau dalam menjalani kehidupan kearifan lokalnya adanya faktor positif dan negatif. Dari faktor positif : Keterikatan dan ketergantungan pada lingkungan dan sumberdaya laut, Pengalaman berinteraksi dengan laut, Nilai-nilai sosiokultural dan spiritual (agama) meningkatnya Pendidikan Agama yang mereka anut. faktor negatif: Bertambahnya populasi penduduk, Akulturasi budaya, modernisasi. kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Suku Bajau yang ada di Pulaulaut Kotabaru dapat dijadikan suatu model pengelolaan sumberdaya alam yang mampu memberikan kontribusi positif kepada masyarakat Suku Bajau pada khususnya dan masyarakat umum lainya dalam melaksanakan Pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan (Sustainable Development Goals).

Kata Kunci : Kearifan Lokal; Suku Bajau; Pergeseran; Sustainable Development Goals

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI