DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS PRODUKTIVITAS LAHAN DI SUB-SUB DAS AMANDIT KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN | |
| PENGARANG | : | NOVA ADELIA MUGHNI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-20 |
NOVA ADELIA MUGHNI. 2026. “Analisis Produktivitas Lahan di Sub-sub DAS Amandit Kabupaten Hulu Sungai Selatan”. Skripsi, Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Prof. Dr. Ir. H. Syarifuddin Kadir, M.Si. dan Dr. Badaruddin, S.Hut., M.P.
Kata kunci: Produktivitas Lahan; Sub-sub DAS Amandit; Kondisi Biofisik; Penggunaan Lahan
Produktivitas lahan dalam suatu daerah aliran sungai (DAS) dipengaruhi oleh interaksi antara kondisi biofisik dan aktivitas manusia dalam pemanfaatan sumber daya lahan. Sub-sub DAS Amandit Kabupaten Hulu Sungai Selatan memiliki karakteristik wilayah yang beragam, mulai dari daerah hulu, tengah, hingga hilir, sehingga menyebabkan adanya perbedaan kemampuan lahan dalam mendukung kegiatan produksi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi biofisik lahan, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas lahan, serta mengetahui bentuk produktivitas lahan berdasarkan kondisi biofisik dan pemanfaatan lahan masyarakat di Sub-sub DAS Amandit. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif sederhana. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dokumentasi dan data sekunder. Responden ditentukan secara purposive sampling sebanyak 27 orang yang terdiri atas 9 responden wilayah hulu, 9 responden wilayah tengah dan 9 responden wilayah hilir. Analisis produktivitas lahan dilakukan berdasarkan perbandingan produksi tahunan dengan luas lahan yang dikelola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah hulu memiliki topografi curam dengan risiko erosi lebih tinggi, wilayah tengah memiliki kondisi biofisik yang beragam, sedangkan wilayah hilir memiliki topografi lebih landai. Faktor yang memengaruhi produktivitas lahan meliputi kondisi tanah, topografi, sumber air, jenis komoditas, penggunaan pupuk, tenaga kerja, kepemilikan lahan dan akses pemasaran. Produktivitas lahan tertinggi terdapat pada wilayah hulu sebesar 850,2 kg/ha/tahun, diikuti wilayah tengah sebesar 481,7 kg/ha/tahun dan wilayah hilir sebesar 433,5 kg/ha/tahun. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kondisi biofisik dan sistem pengelolaan lahan masyarakat berperan dalam menentukan produktivitas lahan di Sub-sub DAS Amandit.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI