DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Pengaruh Suhu Penyimpanan terhadap Nilai Depth of Cure Resin Komposit Bioactive
PENGARANG:GINA ELMAWATI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2019-07-16


Kemajuan terbaru dari jenis resin komposit yaitu resin komposit bioactve. Material restorasi ini memiliki sifat keausan yang rendah, ketahanan yang tinggi terhadap adanya fraktur, dan proses polimerisasi yang baik.Proses polimerisasi salah satunya dipengaruhi oleh suhu penyimpanan. Penyimpanan pada suhu tinggi dapat menurunkan viskositas, sehingga monomer yang dikonversikan menjadi polimer lebih banyak. Sedangkan  resin komposit yang disimpan pada suhu lebih rendah akan mengakibatkan viskositas resin komposit meningkat dan mengurangi kekuatan ikatan antara dentin dan resin komposit, karena terjadi penurunan derajat konversi, sehingga proses polimerissi kurang opimal. Proses polimerisasi yang kurang optimal dapat menurunkan sifat mekanik resin komposit yaitu kekerasan permukaan. Kekerasan permukaan bawah dan atas resin komposit sangat berbeda setelah dilakukan polimerisasi. Hal ini berhubungan dengan depth of cure saat dilakukan penyinaran.Depth of cure adalah indikator untuk mengetahui kedalaman curing dan tingkat keoptimalan proses polimerisasi yang terjadi pada resin komposit. Semakin tinggi nilai depth of cure, maka semakin optimal proses polimerisasi yang terjadi.Berdasarkan penjelasan tersebut, maka perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh suhu penyimpanan nilai depth of cure resin komposit bioactive.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental (true experimental) dengan rancangan Post Test Only with Control Group Design yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu penyimpanan pada suhu rendah 20C, suhu ruang 260C, dan suhu tinggi 600C  terhadap nilai depth of cure resin komposit bioactive. Penelitian ini menggunakan 27 sampel dengan diameter 4 mm dan tebal 4 mm dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan yaitu pada kelompok suhu penyimpanan rendah 20C, suhu penyimpanan ruang 260C, dan suhu penyimpanan tinggi 260C. Nilai depth of cure dihitung dengan cara membagi VHN permukaan bawah dengan VHN permukaan atas. Hasil uji nilai depth of cure resin komposit bioactive didapatkan nilai rerata depth of cure resin komposit bioaktif  dengan suhu penyimpanan 20C (65,8%), 260C (75,4%), dan 600C (82,4%). Hasil uji One Way Anova menunjukkan bahwa p=0,001 (p>0,05) dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc Bonferroni yang dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan bermakna nilai depth of cure resin komposit bioactive antara suhu penyimpanan 20C dengan 260C, 20C dengan 600C, dan 260C dengan 600C.

Nilai depth of cure resin komposit bioactive pada suhu penyimpanan rendah memiliki nilai paling rendah dibandingkan dengan suhu penyimpanan ruang dan suhu tinggi. Menurut Chaves et al (2015), resin komposit jenis nanofiller yang disimpan pada suhu rendah dapat meningkatkan viskositas resin komposit, sehingga mengurangi efektivitas mobilitas monomer dan proses polimerisasi menjadi lebih singkat. Pada suhu penyimpanan rendah, efektivitas reaksi polimerisasi menurun. Hal ini ditandai dengan menurunnya derajat konversi. Resin komposit bioactive yang disimpan pada suhu tinggi (oven) memiliki nilai depth of cure paling tinggi dibandingkan suhu penyimpanan ruang dan rendah. Pada suhu penyimpanan tinggi, proses polimerisasi lebih optimal. Hal ini dikarenakan viskositas resin komposit menurun, sehingga terbentuk ikatan silang yang baik dan monomer yang dikonversikan menjadi polimer lebih banyak. Menurut Daronch et al (2006), terdapat hubungan yang kuat antara suhu penyimpanan resin komposit dengan mobilitas monomer pada jenis resin komposit hybrid. Pada suhu penyimpanan tinggi, pergerakan monomer akan lebih cepat untuk berpolimerisasi. Waktu yang diperlukan untuk tahap inisiasi menjadi lebih singkat. Hal ini ditandai dengan bertambahnya energi pada inisiator untuk memulai proses polimerisasi. Jika pada tahap inisiasi memerlukan waktu yang sedikit, maka molekul monomer akan mempunyai banyak waktu untuk saling berikatan membentuk rantai polimer pada tahap terminasi dan propagasi.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI