DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Pemodelan Spasial Distribusi Stok Karbon Biru Berdasarkan Zona Vegetasi Mangrove di Pulau Burung Kabupaten Tanah Bumbu | |
| PENGARANG | : | ANDI MUHAMMAD RIDHO FALAHUDDIN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-24 |
Andi Muhammad Ridho Falahuddin. 2026. Pemodelan Spasial Distribusi Stok Karbon Biru Berdasarkan Zona Vegetasi Mangrove di Pulau Burung Kabupaten Tanah Bumbu. Pembimbing: Prof. Ir. Basir Achmad, M.S., Ph.D.; Dr. Muhammad Syahdan, S.Pi., M.Si.; Prof. Dr. Ir. Muhammad Ruslan, M.S.
Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki kemampuan tinggi dalam menyerap dan menyimpan karbon pada biomassa vegetasi maupun sedimen, sehingga berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim. Namun, informasi mengenai distribusi spasial stok karbon biru pada skala lokal masih terbatas, terutama yang mempertimbangkan perbedaan karakteristik setiap zona vegetasi. Oleh karena itu, diperlukan model spasial yang mampu menggambarkan distribusi stok karbon biru secara lebih rinci sebagai dasar pengelolaan dan konservasi ekosistem mangrove.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran dan zonasi vegetasi mangrove, mengestimasi stok karbon biru pada setiap zona vegetasi, serta mengembangkan model spasial distribusi stok karbon biru berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dan mengevaluasi tingkat akurasi model yang dihasilkan.
Penelitian dilaksanakan di kawasan mangrove Desa Pulau Burung, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Analisis dilakukan menggunakan citra Sentinel-2A yang diolah menjadi Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) sebagai variabel prediktor biomassa. Pengamatan lapangan dilakukan pada 21 plot menggunakan metode stratified purposive sampling berdasarkan kelas NDVI. Biomassa vegetasi dihitung menggunakan persamaan alometrik, sedangkan stok karbon tanah diperoleh melalui analisis laboratorium terhadap sampel sedimen hingga kedalaman 120 cm. Zonasi vegetasi ditentukan menggunakan metode Euclidean Distance, kemudian seluruh data diintegrasikan dalam Sistem Informasi Geografis untuk menyusun model spasial distribusi stok karbon biru.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan mangrove terbagi menjadi tiga zona, yaitu zona depan seluas 47,43 ha (22,20%), zona tengah 61,87 ha (28,96%), dan zona belakang 104,37 ha (48,85%). Model regresi NDVI–biomassa menghasilkan nilai R² sebesar 0,8685, koefisien korelasi 0,93, dan RMSE 49,04 ton/ha, yang menunjukkan kemampuan prediksi model tergolong baik. Total stok karbon vegetasi sebesar 40.824,24 ton C dan stok karbon tanah sebesar 86.869,00 ton C, sehingga total stok karbon biru mencapai 127.693,24 ton C, dengan sekitar 68% tersimpan pada karbon tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi citra Sentinel-2A, data lapangan, analisis laboratorium, dan SIG mampu menghasilkan model spasial yang efektif untuk menggambarkan distribusi stok karbon biru sebagai dasar pengelolaan dan konservasi ekosistem mangrove berbasis karbon.
Kata kunci: blue carbon, biomassa, stok karbon, Sistem Informasi Geografis (SIG), mangrove, NDVI, Sentinel-2A, zonasi vegetasi.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI