DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGALAMAN KOMUNIKASI DALAM RITUAL MANOPENG BANYIUR OLEH ETNIK BANJAR | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD FADHIL | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-24 |
Muhammad Fadhil, 2420438310009, 2026, Pengalaman Komunikasi dalam Ritual Manopeng Banyiur oleh Etnik Banjar, di bawah bimbingan Siswanto Rawali
Upacara ritual merupakan salah satu wujud kebudayaan yang memuat pengalaman komunikasi transendental antara individu dengan sesuatu yang diyakini berada di luar dirinya. Fenomena kesurupan atau kasarungan dalam ritual Manopeng Banyiur menjadi bentuk komunikasi transendental yang diwariskan turun-temurun oleh keluarga zuriah Datu Mahbud selama lebih dari 150 tahun, namun belum banyak dikaji dari sisi pengalaman subjektif pelakunya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman komunikasi transendental penopeng saat kesurupan dalam Manopeng Banyiur dan mengetahui makna yang terkandung dalam setiap proses ritualnya.
Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi fenomenologi. Informan kunci merupakan dalang Manopeng dan zuriah Datu Mahbud yang beberapa kali mengalami kasarungan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data mengacu pada model fenomenologi Creswell, dengan uji keabsahan data menggunakan teknik member check. Penelitian ini menggunakan Teori Fenomenologi Alfred Schutz dan Teori Konstruksi Sosial Berger & Luckmann.
Hasil penelitian menunjukkan pengalaman kesurupan penopeng bersifat personal, subjektif, dan unik ditandai dorongan kuat untuk menari saat mendengar musik ritual dan mencium aroma dupa, disertai perubahan kesadaran dan hilangnya kontrol indra. Pengalaman tersebut dimaknai melalui pengindraan yang terhubung dengan pengalaman dan pengetahuan sebelumnya yang diwariskan keluarga zuriah. Makna terbentuk melalui konstruksi sosial tiga tahap, yaitu eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi, sehingga ritual Manopeng Banyiur dimaknai sebagai sarana silaturahmi keluarga, penghormatan leluhur, serta media kesembuhan non-medis. Penelitian ini juga menemukan adanya transformasi legitimasi ritual, yaitu penguatan pemaknaan Manopeng sebagai warisan budaya dan seni pertunjukan, sehingga tradisi tersebut tetap lestari dan diterima oleh masyarakat luas.
Kata Kunci: Komunikasi Transendental, Pengalaman, Manopeng
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI