DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | POTENSI ECO-ENZYME LIMBAH SAYURAN SEBAGAI DESINFEKTAN RAMAH LINGKUNGAN (INSTALASI GIZI RSUD RATU ZALECHA MARTAPURA) | |
| PENGARANG | : | ARLINA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-24 |
RINGKASAN
Arlina. 2026. Potensi Eco-Enzyme Limbah Sayuran Sebagai Desinfektan Ramah Lingkungan (Instalasi Gizi RSUD Ratu Zalecha Martapura). Pembimbing: Prof. Dr. Ir. Danang Biyatmoko., M. Si; Prof. Dr. Ir. Akhmad Rizali., M. Sc; Dr. Lenie Marlinae., S.K.M., M.KL
Penggunaan desinfektan kimia di rumah sakit berkontribusi terhadap biaya operasional dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. Instalasi Gizi RSUD Ratu Zalecha Martapura menghasilkan limbah sayuran yang berpotensi dimanfaatkan sebagai eco-enzyme, yaitu produk fermentasi organik yang memiliki aktivitas antimikroba. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh jenis desinfektan terhadap Total Plate Count (TPC), menganalisis efektivitas eco-enzyme berdasarkan variasi waktu kontak, serta mengevaluasi efisiensi biaya penggunaan eco-enzyme dibandingkan desinfektan kimia.
Penelitian eksperimen dilakukan menggunakan rancangan faktorial dengan dua faktor, yaitu jenis desinfektan yang terdiri atas kontrol, eco-enzyme, dan desinfektan kimia, serta waktu kontak 15, 30, dan 45 menit dengan tiga kali ulangan. Pengukuran dilakukan menggunakan metode swab permukaan untuk menentukan TPC. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut Tukey, sedangkan efisiensi biaya dianalisis menggunakan Cost Effectiveness Ratio (CER). Penelitian dilaksanakan di Instalasi Gizi RSUD Ratu Zalecha Martapura.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa eco-enzyme tidak berbeda signifikan dengan desinfektan kimia dalam menurunkan TPC (p > 0,05). Variasi waktu kontak 15, 30, dan 45 menit juga tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (p > 0,05). Oleh karena itu, waktu kontak 15 menit dapat dipertimbangkan sebagai waktu kontak yang efisien secara operasional untuk sanitasi rutin area non-klinis. Nilai CER eco-enzyme sebesar Rp4,72/m² lebih rendah dibandingkan desinfektan kimia sebesar Rp18,72/m². Biaya operasional tahunan eco-enzyme sebesar Rp523.731,20, sedangkan desinfektan kimia sebesar Rp2.076.171,20, sehingga terdapat potensi penghematan sebesar Rp1.552.440,00 per tahun.
Berdasarkan hasil tersebut, eco-enzyme limbah sayuran menunjukkan potensi sebagai alternatif desinfektan untuk sanitasi rutin pada area non-klinis rumah sakit karena memiliki efektivitas yang relatif setara dengan desinfektan kimia dan efisiensi biaya yang lebih baik. Namun, penerapannya memerlukan standardisasi produksi, pengawasan mutu, serta pengujian lanjutan sebelum diimplementasikan dalam skala operasional yang lebih luas.
Kata kunci: Eco-enzyme; desinfektan; limbah sayuran; ramah lingkungan; Total Plate Count.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI