DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS GROWTH POLE DAN SPILLOVER EFFECT 13 KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERIODE 2016-2025 | |
| PENGARANG | : | HUSAINI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-26 |
Provinsi Kalimantan Selatan menghadapi ketimpangan wilayah yang berkepanjangan: aktivitas ekonomi terkonsentrasi pada segelintir pusat sementara daerah berbasis ekstraktif tumbuh lambat, dan pusat-pusat pertumbuhan yang ditetapkan dalam perencanaan daerah belum terverifikasi secara empiris. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi wilayah yang secara empiris berperan sebagai growth pole beserta klasifikasinya; (2) menganalisis ketergantungan spasial pertumbuhan ekonomi serta pengaruh tenaga kerja, investasi (PMTB), dan Indeks Pembangunan Manusia terhadapnya; dan (3) menentukan arah spillover effect (spread/backwash) serta kausalitas pertumbuhan antarkabupaten/kota. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan data sekunder berupa data panel 13 kabupaten/kota periode 2016–2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS), yang dianalisis melalui Tipologi Klassen, Location Quotient, dan Skalogram Rondinelli untuk mengidentifikasi pusat pertumbuhan, Spatial Error Model (SEM) untuk menakar limpahan, serta Granger Causality Test, seluruhnya diolah dengan perangkat lunak R. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Banjarmasin merupakan pusat pertumbuhan utama dengan Kota Banjarbaru sebagai sub-pusat, meski tidak ada wilayah yang sekaligus berpendapatan tinggi dan tumbuh cepat; Indeks Pembangunan Manusia menjadi penggerak terkuat pertumbuhan, sedangkan PMTB berhubungan negatif yang mengindikasikan gejala enclave economy; dan keterkaitan antarwilayah masih lemah, ditunjukkan oleh terpilihnya SEM dan hanya 4 dari 156 pasangan yang signifikan pada uji Granger. Oleh karena itu, pertumbuhan di Kalimantan Selatan lebih didominasi efek backwash daripada spread, sehingga diperlukan strategi pembangunan yang memperkuat kualitas sumber daya manusia dan konektivitas antarwilayah untuk mengubah pertumbuhan yang terisolasi menjadi penyebaran spasial yang nyata.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI