DIGITAL LIBRARY



JUDUL:RELEVANSI NYANYIAN TUMET LEUT DENGAN TRADISI NATAS BANYANG PADA ACARA PERNIKAHAN ADAT DAYAK MAANYAN DI KECAMATAN AWANG KABUPATEN BARITO TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
PENGARANG:STELLA VALENTINA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-27


Penelitian ini membahas relevansi nyanyian Tumet Leut dengan tradisi Natas Banyang pada acara pernikahan adat Dayak Maanyan di Kecamatan Awang, Kabupaten Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. Kajian ini penting karena Tumet Leut tidak hanya hadir sebagai nyanyian adat dan sastra lisan, tetapi juga sebagai bahasa simbolik yang mengatur komunikasi, penghormatan, permohonan izin, serta penerimaan pihak mempelai laki-laki sebelum prosesi Natas Banyang dilakukan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan utama penelitian adalah pelaku tradisi dan pemangku adat yang memahami pelaksanaan Tumet Leut dan Natas Banyang di Desa Hayaping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nyanyian Tumet Leut berfungsi sebagai media komunikasi simbolik, media negosiasi adat, pengukuh hukum adat, doa dan permohonan keselamatan, serta penghubung spiritual. Struktur lantunannya meliputi pembukaan, isi, dan penutup, dengan penggunaan bahasa Pangunraun serta pampadikan yang memperkuat keindahan dan makna simbolik. Relevansi Tumet Leut dengan Natas Banyang tampak pada hubungan fungsional keduanya: Natas Banyang menjadi tindakan simbolik membuka rintangan, sedangkan Tumet Leut memberi makna, struktur, komunikasi, dan legitimasi adat terhadap tindakan tersebut. Tradisi ini juga memuat nilai gotong royong, toleransi, kekeluargaan, kebersamaan, dan disiplin sehingga penting didokumentasikan sebagai bagian dari pelestarian seni pertunjukan dan budaya lisan Dayak Maanyan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI