DIGITAL LIBRARY



JUDUL:GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU PEDAGANG SERTA HASIL PEMERIKSAAN KANDUNGAN FORMALIN PADA MIE AYAM DIKOTA BANJARBARU
PENGARANG:MUHAMMAD SURYA HERMAWAN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-27


Formalin merupakan bahan kimia yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan karena dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan apabila digunakan pada pangan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk memastikan keamanan pangan serta meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pedagang terhadap penggunaan bahan tambahan pangan yang aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku pedagang serta hasil pemeriksaan kandungan formalin pada mie ayam yang dijual di Kota Banjarbaru. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 38 pedagang mie ayam yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data pengetahuan, sikap, dan perilaku diperoleh melalui kuesioner, sedangkan pemeriksaan kandungan formalin dilakukan menggunakan formalin test kit. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel mie ayam (100%) tidak mengandung formalin. Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (84,2%), sikap positif (89,5%), dan perilaku baik (57,9%). Meskipun demikian, masih terdapat 42,1% responden yang memiliki perilaku kurang baik, terutama dalam penerapan higiene dan sanitasi pangan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa mie ayam yang dijual di Kota Banjarbaru telah memenuhi aspek keamanan pangan terkait penggunaan formalin. Namun, upaya edukasi, pembinaan, dan pengawasan mengenai higiene dan sanitasi pangan tetap perlu ditingkatkan untuk mendukung praktik keamanan pangan yang lebih baik.

Kata kunci: Formalin, Mie Ayam, Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Keamanan Pangan

 

Formalin is a chemical prohibited for use as a food additive due to the various health risks it poses when consumed. Consequently, efforts are needed to ensure food safety and to improve the knowledge, attitudes, and practices of vendors regarding the use of safe food additives. This study aimed to assess the knowledge, attitudes, and practices of vendors, as well as to test for formalin content in chicken noodles (mie ayam) sold in Banjarbaru City. This was an observational study using a cross-sectional design. The study sample consisted of 38 chicken noodle vendors selected via purposive sampling. Data on knowledge, attitudes, and practices were collected through questionnaires, while formalin content was tested using a formalin test kit. Data were analyzed descriptively and presented as frequency distributions and percentages. The results showed that none of the chicken noodle samples (100%) contained formalin. The majority of respondents demonstrated a good level of knowledge (84.2%), a positive attitude (89.5%), and good practices (57.9%). However, 42.1% of respondents still exhibited poor practices, particularly regarding the implementation of food hygiene and sanitation. The study concludes that the chicken noodles sold in Banjarbaru City meet food safety standards regarding formalin usage. Nevertheless, efforts in education, guidance, and supervision concerning food hygiene and sanitation need to be enhanced to support better food safety practices.

Keywords: Formalin, Chicken Noodles, Knowledge, Attitude, Practice, Food Safety

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI