DIGITAL LIBRARY



JUDUL:STUDI EKSPERIMENTAL PERILAKU AERASI PELUMAS MESIN MOTOR SATRIA FU 150 CC
PENGARANG:M. HUSIN RAMADHAN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-28


Pelumas berperan penting dalam kinerja mesin pembakaran dalam melalui pengurangan gesekan, pendinginan, dan pembersihan komponen, namun degradasinya dipercepat oleh aerasi (gelembung udara dalam oli) yang memicu kavitasi dan oksidasi. Pada motor berkapasitas kecil, kompartemen mesin dan transmisi berbagi pelumas yang sama sehingga beban pelumasan meningkat, namun studi aerasi selama ini terkonsentrasi pada mesin besar, dan pengamatan langsung mekanisme dissolution-precipitation gelembung pada saluran oli bertekanan mesin kecil belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh RPM dan temperatur oli terhadap karakteristik aerasi (distribusi ukuran gelembung, fraksi volume, dan luas permukaan kontak oli-udara), membandingkan karakter gelembung antara kondisi dissolution di saluran oli dan precipitation di wadah oli, serta mengevaluasi kesesuaian fraksi volume antara metode pengolahan citra dan metode drain. Penelitian eksperimental kuantitatif dilakukan pada mesin motor Satria FU 150cc DOHC yang dimodifikasi dengan jendela pengamatan dan port sampling, pada variasi RPM 2000–5000 dan temperatur 75–115°C, menggunakan sistem pencahayaan kilat berbasis LED-ESP32 untuk pencitraan gelembung serta metode drain terkompensasi ekspansi termal. Hasil menunjukkan RPM merupakan faktor dominan yang secara konsisten meningkatkan aerasi pada kedua metode, sedangkan temperatur justru menurunkan fraksi volume aerasi, berlawanan dengan mayoritas literatur mesin besar, diduga akibat bak oli dangkal yang mempercepat pelepasan gelembung. Tingkat kejenuhan kelarutan aktual pada saluran oli hanya 14,4–40,3% dari kapasitas teoritis, mengindikasikan proses dissolution bersifat dibatasi waktu tinggal. Temuan ini mengimplikasikan bahwa mitigasi aerasi pada mesin kecil sebaiknya difokuskan pada desain terkait RPM dan geometri bak oli, serta evaluasi aerasi perlu mempertimbangkan distribusi ukuran gelembung dan luas kontak, bukan hanya fraksi volume.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI