DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENYUSUNAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN METODE FULL COSTING PADA UMKM KACANG TELUR LISA DI KOTABARU UNTUK PERIODE TAHUN 2025
PENGARANG:YUPI PARLIANTO
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-28


ABSTRAK 

Yupi  Parlianto  (2026).  Penyusunan  Harga  Pokok  Produksi  Dengan  Metode  Full Costing  Pada  UMKM  Kacang  Telur  Lisa  Periode  2025.  Pembimbing  Dr.  Rini Rahmawati, SE, MM.  

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan rekonstruksi dan penyusunan laporan harga pokok produksi yang akurat pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kacang Telur Lisa di Kotabaru untuk periode tahun 2025. Permasalahan utama yang dihadapi oleh UMKM ini adalah penerapan sistem akuntansi biaya tradisional yang belum memperhitungkan seluruh komponen biaya overhead pabrik (BOP), seperti biaya penyusutan aset tetap (wajan besar, kompor, dan blender) serta biaya utilitas (listrik dan air) secara rinci. Hal ini berpotensi menyebabkan distorsi dalam penentuan harga pokok produksi dan penetapan harga jual.   

Metode  penelitian  yang  digunakan  adalah  metode  kuantitatif  dengan pendekatan deskriptif melalui studi kasus. Sumber data yang digunakan mencakup data  primer  berupa  wawancara  mendalam  dengan  pemilik  usaha  serta  observasi langsung terhadap proses produksi, dan data sekunder berupa nota pembelian bahan baku  serta  catatan  penjualan  harian  tahun  2025.  Analisis  data  dilakukan  dengan merekonstruksi  laporan  biaya  produksi  menggunakan  metode  Full  Costing,  yang menyerap seluruh unsur biaya produksi baik yang bersifat tetap maupun variabel.   

Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  perhitungan  harga  pokok  produksi menurut UMKM Kacang Telur Lisa adalah sebesar Rp20.400 per pcs dengan total biaya produksi Rp110.160.000 untuk total output 5.400 pcs per tahun. Sementara itu, berdasarkan perhitungan dengan metode Full Costing, diperoleh harga pokok produksi sebesar  Rp20.894  per  pcs  dengan  total  biaya  produksi  sebesar  Rp112.830.000. Perbedaan ini disebabkan oleh pembebanan BOP tetap sebesar Rp270.000 dan BOP variabel  tambahan  sebesar  Rp2.400.000  (biaya  listrik  dan  air)  yang  sebelumnya diabaikan oleh pemilik. Akibat penyesuaian ini, laba bersih tahunan riil perusahaan mengalami penurunan sebesar Rp2.670.000 (sekitar 3%), dari Rp105.840.000 menjadi Rp103.170.000. Penerapan metode Full Costing memberikan informasi biaya yang lebih akurat dan komprehensif sebagai basis pengambilan keputusan manajerial dan penentuan harga jual yang kompetitif.   

Kata Kunci: Harga Pokok Produksi, Full Costing, Biaya Overhead Pabrik, UMKM

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI