DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | HUBUNGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING DENGAN BRAIN ROT SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA | |
| PENGARANG | : | EMELIA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-08-28 |
ABSTRAK
Emelia, Sulistiyana, Jamain, R., R. (2026). Hubungan antara kesejahteraan psikologis dan kerusakan otak siswa Sekolah Menengah Pertama. Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling. 16(1). 57 – 69. Doi: 10.25273/counsellia.v16i1.24564
Kata kunci: kerusakan otak, kesejahteraan psikologis, siswa SMP.
Perkembangan media digital yang semakin pesat menyebabkan remaja lebih sering terpapar konten instan dan berulang yang berpotensi memengaruhi kondisi psikologis dan kemampuan kognitif. Salah satu fenomena yang muncul sebagai akibat dari kondisi tersebut adalah penurunan fungsi otak , yaitu penurunan kualitas fokus, konsentrasi, dan pemrosesan informasi akibat konsumsi konten digital yang berlebihan. Kondisi ini penting untuk dipelajari karena dapat dikaitkan dengan kesejahteraan psikologis remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesejahteraan psikologis dan penurunan fungsi otak pada siswa kelas satu sekolah menengah pertama.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 162 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria aktif menggunakan media sosial minimal dua jam per hari. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala kesejahteraan psikologis dan skala kerusakan otak dalam bentuk skala Likert. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis siswa cenderung berada pada kategori rendah, sedangkan penurunan fungsi otak berada pada kategori sedang hingga tinggi. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kesejahteraan psikologis dan penurunan fungsi otak . Semakin tinggi penurunan fungsi otak yang dialami siswa, semakin rendah kesejahteraan psikologis mereka. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan layanan bimbingan dan konseling, khususnya dalam membantu siswa meningkatkan pengaturan diri, mengelola penggunaan media digital, serta kemampuan menjaga kesejahteraan psikologis di era digital.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI