DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Analisis Aspek Sosial Dan Ekonomi Dalam Pengelolaan Agroforestri Terhadap Kesejahteraan Petani HKm Desa Tebing Siring Kabupaten Tanah Laut
PENGARANG:ARINY RUSDA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-08-28


Agroforestry is a land management system that combines woody plants with agricultural or plantation crops to provide sustainable economic, social, and environmental benefits. Agroforestry management in the Community Forestry (HKm) area of Tebing Siring Village remains dominated by rubber, with limited income diversification. This study aimed to identify the agroforestry system, analyze farmers’ social and economic conditions, and assess the welfare of Forest Farmer Group (KTH) members using the Good Service Ratio (GSR). The study employed a quantitative descriptive survey involving 15 farmers selected through purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed descriptively. The results showed that the agroforestry system practiced was simple agrisilviculture, with rubber (Hevea brasiliensis) as the main commodity and annual crops as supporting components. Average household income was IDR 3,713,333 per month, while average expenditure was IDR 1,960,000 per month. All respondents had GSR values >1 and were classified as less prosperous. This condition indicates that dependence on rubber and limited income diversification remain challenges to improving farmer welfare

Agroforestri merupakan sistem pengelolaan lahan yang mengombinasikan tanaman berkayu dengan tanaman pertanian atau perkebunan untuk menghasilkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan. Pengelolaan agroforestri pada Hutan Kemasyarakatan (HKm) Desa Tebing Siring masih didominasi karet dengan diversifikasi sumber pendapatan yang terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sistem agroforestri, menganalisis kondisi sosial dan ekonomi petani, serta menilai tingkat kesejahteraan anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) menggunakan Good Service Ratio (GSR). Penelitian menggunakan metode survei deskriptif kuantitatif terhadap 15 petani yang dipilih secara purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem agroforestri yang diterapkan berupa agrisilvikultur sederhana dengan karet (Hevea brasiliensis) sebagai komoditas utama dan tanaman tahunan sebagai pendukung. Rata-rata pendapatan rumah tangga sebesar Rp3.713.333 per bulan, sedangkan pengeluaran sebesar Rp1.960.000 per bulan. Seluruh responden memiliki nilai GSR >1 dan termasuk kategori kurang sejahtera. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap karet dan rendahnya diversifikasi pendapatan masih menjadi kendala dalam meningkatkan kesejahteraan petani

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI