DIGITAL LIBRARY



JUDUL:EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI BIAYA KOMBINASI KOAGULAN POLY ALUMINIUM CHLORIDE (PAC) – TAWAS PADA TAHAP KOAGULASI –FLOKULASI AIR BAKU PT AIR MINUM TABALONG BERSINAR
PENGARANG:M. ALI HASYMI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-09-01


Air baku yang berasal dari sungai umumnya memiliki kualitas yang berfluktuasi akibat pengaruh perubahan musim serta berbagai aktivitas di daerah aliran sungai. Sungai Tabalong sebagai sumber air baku PT Air Minum Tabalong Bersinar mengalami penurunan kualitas yang ditandai dengan tingginya kekeruhan, warna, Total Suspended Solids (TSS), kandungan besi (Fe), mangan (Mn), dan Escherichia coli. Kondisi tersebut dapat menurunkan efektivitas proses pengolahan air dan meningkatkan biaya operasional, sehingga diperlukan pemilihan koagulan yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik awal air baku Sungai Tabalong, menentukan dosis optimum koagulan Poli Aluminium Klorida (PAC) dan tawas menggunakan metode jar test, mengevaluasi efektivitas PAC, tawas, serta kombinasi keduanya dalam menurunkan pH, kekeruhan, warna, TSS, Fe, Mn, dan Escherichia coli, serta menganalisis efisiensi biaya penggunaan koagulan untuk memperoleh formulasi yang memberikan keseimbangan terbaik antara efektivitas teknis dan efisiensi biaya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2026 menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan pendekatan kuantitatif melalui jar test menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sampel air baku diambil dari intake PT Air Minum Tabalong Bersinar yang memanfaatkan Sungai Tabalong sebagai sumber air baku, sedangkan pengujian laboratorium dilakukan di UPTD Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabalong. Penelitian terdiri atas dua tahap, yaitu penentuan dosis optimum PAC dan tawas pada variasi dosis 0–25 mg/L dengan target kekeruhan ≤5 NTU, kemudian pengujian lima formulasi kombinasi PAC, yaitu 100:0, 75:25, 50:50, 25:75, dan 0:100. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis optimum diperoleh pada 10 mg/L PAC dan 15 mg/L tawas. Formulasi kombinasi PAC 75:25 (7,50 mg/L PAC dan 3,75 mg/L tawas) memberikan kinerja terbaik dengan efisiensi penurunan kekeruhan sebesar 98,2%, warna 100%, TSS 90,3%, Fe 90,8%, Mn 88,9%, dan Escherichia coli ≥97,8%, serta mempertahankan pH sebesar 7,18. Kualitas air hasil pengolahan mencapai kekeruhan 2,27 NTU, warna 0 TCU, TSS 15,40 mg/L, Fe 0,06 mg/L, Mn 0,06 mg/L, dan Escherichia coli 22 MPN/100 mL dengan biaya penggunaan koagulan sebesar Rp144/m³. Formulasi tersebut memberikan keseimbangan terbaik antara efektivitas teknis dan efisiensi biaya, meskipun air hasil pengolahan masih memerlukan proses sedimentasi, filtrasi, dan disinfeksi sebelum memenuhi persyaratan sebagai air minum.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI