DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | KOLABORASI LINTAS SEKTOR DALAM UPAYA PENURUNAN ANGKA STUNTING DI KOTA BANJARBARU | |
| PENGARANG | : | ANNISA RIZKY UTAMI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-09-01 |
ABSTRAK
Annisa Rizky Utami, 2210411320043, 2026. Kolaborasi Lintas Sektor Dalam Upaya Penurunan Angka Stunting Di Kota Banjarbaru. Di bawah bimbingan Dewi Purboningsih.
Stunting masih menjadi permasalahan gizi kronis di Kota Banjarbaru, sebagaimana diatur dalam Perda Kota Banjarbaru Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Stunting. Penanganannya memerlukan kolaborasi lintas sektor antara TPPS, TP-PKK, Dinas Kesehatan, DP3AP2KB, Dinas PUPR Bidang Cipta Karya, dan kader Posyandu. Penelitian ini bertujuan mengetahui proses kolaborasi lintas sektor dan faktor penghambatnya dalam upaya penurunan stunting di Kota Banjarbaru.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara terhadap lima informan kunci yang mewakili TPPS, TP-PKK, Dinas Kesehatan, DP3AP2KB, dan Dinas PUPR Bidang Cipta Karya, didukung observasi langsung pada kegiatan koordinasi dan pelaksanaan program penurunan stunting, serta dokumentasi berupa arsip dan laporan resmi instansi terkait. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, serta lima indikator model Collaborative Governance.
Hasil penelitian menunjukkan dengan tegas bahwa kolaborasi lintas sektor dalam upaya penurunan stunting di Kota Banjarbaru secara umum sudah berjalan cukup baik, tercermin dari pembagian peran yang jelas melalui empat Pokja TP-PKK dan program integratif seperti DASHAT, Asman Toga, dan GENTING. Namun, dialog tatap muka dan komitmen belum optimal akibat ketidaksinkronan jadwal antarinstansi, sehingga berdasarkan hasil penelitian, kondisi tersebut turut memengaruhi konsistensi capaian penurunan stunting dari tahun ke tahun. Faktor penghambat meliputi: (1) ketidaksinkronan data antarinstansi, (2) keterbatasan anggaran akibat kebijakan refocusing, (3) sulitnya penyelarasan jadwal koordinasi lintas sektor, dan(4) rendahnya partisipasi masyarakat sasaran.
Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor di Kota Banjarbaru sudah terbangun secara formal dan berjalan cukup baik, tetapi keberlanjutannya masih rentan terhadap kendala koordinasi, anggaran, dan partisipasi masyarakat, sehingga penguatan sinkronisasi data dan konsistensi koordinasi menjadi kunci keberhasilan penurunan stunting secara berkelanjutan.
Kata Kunci: Kolaborasi Lintas Sektor, Collaborative Governance, Stunting, Kota Banjarbaru, Kebijakan Publik.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI