DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Evaluasi Pengelolaan Daerah Tangkapan Air (DTA) Sungai Hajawa Berbasis Prediksi Pola Pergerakan Sedimen dan Model Hidraulika dengan Penginderaan Jauh | |
| PENGARANG | : | GUSTI IHDA MAZAYA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-09-02 |
Penelitian ini bertujuan menganalisis pola pergerakan dan distribusi sedimen pada Daerah Tangkapan Air (DTA) Sungai Hajawa hingga Waduk Riam Kanan, mengembangkan algoritma prediksi Total Suspended Solids (TSS) berbasis citra Sentinel-2A, menganalisis tren perubahan sediment load, serta mengevaluasi efektivitas skenario pengelolaan DTA dalam mengurangi erosi, transport sedimen, dan potensi sedimentasi. Penelitian dilaksanakan pada DTA Sungai Hajawa di Desa Rantau Balai dan Waduk Riam Kanan, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menggunakan pendekatan integratif yang menggabungkan data lapangan, penginderaan jauh, data hidrologi, penggunaan lahan, pemodelan hidraulika, dan pemodelan sedimentasi. Pengukuran TSS dilakukan pada enam titik pengamatan, terdiri atas tiga titik Sungai Hajawa (S1, S2, S3) dan tiga titik Waduk Riam Kanan (W1, W2, W3), yang digunakan untuk pengembangan dan evaluasi algoritma estimasi TSS. Algoritma dikembangkan berdasarkan hubungan reflektansi spektral Sentinel-2A dengan konsentrasi TSS hasil pengukuran lapangan dan dievaluasi menggunakan koefisien determinasi (R²), Root Mean Square Error (RMSE), Mean Absolute Error (MAE), dan Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE). Pola pergerakan sedimen pada sungai dianalisis menggunakan HEC-RAS, sedangkan distribusi dan akumulasi sedimentasi pada waduk dianalisis menggunakan EFDC. Analisis tren sediment load dilakukan menggunakan uji Mann-Kendall dan Sen’s Slope, sementara evaluasi pengelolaan DTA dilakukan melalui perbandingan kondisi eksisting dengan skenario konservasi pada area prioritas erosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sungai Hajawa merupakan jalur utama transportasi sedimen menuju Waduk Riam Kanan, dengan konsentrasi TSS tertinggi sebesar 43 mg/L pada segmen sungai dan terendah sebesar 6 mg/L pada bagian tengah waduk. Hasil pemodelan HEC-RAS dan EFDC menunjukkan bahwa zona inlet dan transisi sungai–waduk merupakan area penting dalam proses transport dan deposisi sedimen akibat perubahan energi dan kecepatan aliran. Algoritma rasio band B5/B2 Sentinel-2A memberikan kinerja terbaik dengan R² sebesar 0,78, RMSE sebesar 7,19 mg/L, MAE sebesar 6,18 mg/L, dan NSE sebesar 0,84. Analisis tren menunjukkan bahwa seluruh titik pengamatan secara statistik berada pada kategori no trend (p > 0,05), meskipun sebagian besar menunjukkan kecenderungan peningkatan berdasarkan Sen’s Slope, dengan nilai tertinggi pada S2 sebesar 3,92 mg/L/tahun, S3 sebesar 3,38 mg/L/tahun, dan W1 sebesar 3,79 mg/L/tahun. Evaluasi skenario menunjukkan bahwa Skenario 2 (Konservasi Optimal), melalui restorasi tutupan semak belukar menjadi hutan pada hotspot erosi, menghasilkan potensi reduksi soil loss hingga 90–100% pada lokasi tertentu dan mengubah dominasi tingkat erosi dari sedang–berat menjadi sangat ringan pada sebagian besar wilayah penelitian. Hasil tersebut menunjukkan bahwa integrasi penginderaan jauh, pemodelan hidraulika dan sedimentasi, analisis tren, serta skenario konservasi dapat digunakan sebagai pendekatan terpadu untuk mengevaluasi pengelolaan DTA dan mengidentifikasi strategi potensial dalam mengurangi suplai sedimen menuju Waduk Riam Kanan. Besaran reduksi merupakan potensi berdasarkan asumsi model dan belum merepresentasikan efektivitas implementasi konservasi secara aktual.
Kata kunci: Daerah Tangkapan Air; Sediment Load; Total Suspended Solids; Sentinel-2A; HEC-RAS; EFDC.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI