DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH EKSTRAK DAUN BINJAI (Mangifera caesia) TERHADAP AKTIVITAS ENZIM GLUTATION PEROKSIDASE (Studi Pendahuluan Sediaan Obat Terhadap Penyembuhan Luka)
PENGARANG:RIZKINA MAULIDA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2019-07-16


Latar Belakang: Luka menimbulkan inflamasi yang dapat menghasilkan suatu bentukan radikal dan jika diproduksi berlebihan dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan mengganggu proses penyembuhan luka. Tubuh memiliki sistem pertahanan berupa antioksidan endogen sebagai upaya menetralisir radikal bebas seperti enzim glutation peroksidase (GPx). Ekstrak daun binjai (Mangifera caesia) mengandung flavonoid yang dapat berfungsi sebagai radical scavenger serta dapat menginduksi aktivitas antioksidan endogen seperti enzim GPx. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh aktivitas enzim GPx pada luka punggung tikus wistar jantan (Rattus norvegicus) setelah pemberian ekstrak daun binjai (Mangifera caesia) pada proses penyembuhan luka dengan konsentrasi 1 mg/mL, 2mg/mL dan 3 mg/mL pada waktu 6 jam, 12 jam dan 48 jam. Metode: Penelitian eksperimental laboratoris murni dengan rancangan post test only with control group design menggunakan ekstrak daun binjai 1 mg/mL, 2mg/mL, 3 mg/mL,dan pemberian Br2 yang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan dengan 3 kali pengulangan. Semua kelompok perlakuan dilukai dan diberikan ekstrak 1 kali 24 jam kemudian diukur besar akivitas enzim GPx menggunakan spektofotometer pada jam ke-6, ke-12, dan ke-48. Hasil: One-Way Anova dan Post Hoc Bonferroni menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan ekstrak daun binjai 1 mg, 2 mg, dan 3 mg dengan pemberian pakan Br2 pada jam ke-6, ke-12, dan ke-48. Kesimpulan: Terdapat pengaruh ekstrak daun binjai terhadap akktivitas enzim GPx pada luka punggung tikus wistar jantan pada jam ke-6, ke-12, dan ke-48.

Latar Belakang: Luka menimbulkan inflamasi yang dapat menghasilkan suatu bentukan radikal dan jika diproduksi berlebihan dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan mengganggu proses penyembuhan luka. Tubuh memiliki sistem pertahanan berupa antioksidan endogen sebagai upaya menetralisir radikal bebas seperti enzim glutation peroksidase (GPx). Ekstrak daun binjai (Mangifera caesia) mengandung flavonoid yang dapat berfungsi sebagai radical scavenger serta dapat menginduksi aktivitas antioksidan endogen seperti enzim GPx. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh aktivitas enzim GPx pada luka punggung tikus wistar jantan (Rattus norvegicus) setelah pemberian ekstrak daun binjai (Mangifera caesia) pada proses penyembuhan luka dengan konsentrasi 1 mg/mL, 2mg/mL dan 3 mg/mL pada waktu 6 jam, 12 jam dan 48 jam. Metode: Penelitian eksperimental laboratoris murni dengan rancangan post test only with control group design menggunakan ekstrak daun binjai 1 mg/mL, 2mg/mL, 3 mg/mL,dan pemberian Br2 yang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan dengan 3 kali pengulangan. Semua kelompok perlakuan dilukai dan diberikan ekstrak 1 kali 24 jam kemudian diukur besar akivitas enzim GPx menggunakan spektofotometer pada jam ke-6, ke-12, dan ke-48. Hasil: One-Way Anova dan Post Hoc Bonferroni menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan ekstrak daun binjai 1 mg, 2 mg, dan 3 mg dengan pemberian pakan Br2 pada jam ke-6, ke-12, dan ke-48. Kesimpulan: Terdapat pengaruh ekstrak daun binjai terhadap akktivitas enzim GPx pada luka punggung tikus wistar jantan pada jam ke-6, ke-12, dan ke-48.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI