DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Implementasi pre -Terra Preta Terhadap Pertumbuhan Pennisetum purpureum cv. Mott di Lahan Marginal | |
| PENGARANG | : | DEWI PRIANY NASUTION | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-09-03 |
Dewi Priany Nasution, 2340511320005. Implementasi pre-Terra Preta Terhadap Pertumbuhan Pennisetum Purpureum cv.Mott Di Lahan Marginal. Ketua Komisi Pembimbing : Prof. Ir. Udiansyah, M.Si., Ph.D., Anggota Komisi Pembimbing 1: Dr. Ir. Fakhrur Razie, M.Si., Anggota Komisi Pembimbing 2: Dr. Ir. Nursyam Andi Syarifuddin, M.P.
Degradasi lahan dan rendahnya kandungan karbon organik tanah merupakan kendala utama dalam pengembangan sistem hijauan pakan berkelanjutan pada lahan marginal tropis. Kondisi tersebut menyebabkan rendahnya efisiensi pemanfaatan hara, ketidakstabilan pertumbuhan vegetatif, serta fluktuasi produktivitas biomassa hijauan. Pendekatan pembenah tanah konvensional yang berfokus pada penambahan hara sering kali tidak efektif karena tidak mampu memperbaiki fungsi tanah secara menyeluruh. Oleh karena itu, diperlukan strategi ameliorasi berbasis sistem yang mampu mengintegrasikan perbaikan sifat fisik, kimia, dan biologis tanah secara simultan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pre-Terra Preta sebagai pembenah tanah terintegrasi dalam mengendalikan ambang fungsional sifat tanah dan meningkatkan produktivitas biomassa hijauan Pennisetum purpureum cv. Mott pada lahan marginal masam tropis. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola tersarang dengan variasi komposisi pre-Terra Preta berbasis biochar dan taraf dosis aplikasi. Parameter yang diamati meliputi sifat tanah, pertumbuhan vegetatif (jumlah daun, jumlah anakan, tinggi tanaman), produktivitas biomassa hijauan, serta kualitas hijauan berdasarkan analisis proksimat dan fraksi serat (Van Soest). Analisis statistik dilakukan menggunakan ANOVA, uji lanjut, serta pemodelan Response Surface Methodology (RSM) untuk mengevaluasi hubungan antara sifat tanah dan respons biomassa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pre-Terra Preta memberikan pengaruh nyata hingga sangat nyata terhadap pertumbuhan vegetatif dan produktivitas biomassa hijauan. Respons tanaman bersifat tidak linier dan menunjukkan adanya efek ambang, di mana peningkatan biomassa hijauan yang signifikan baru terjadi pada komposisi biochar ≥40%. Pada tingkat tersebut, perbaikan sifat tanah telah mencapai ambang fungsional yang memungkinkan peningkatan efisiensi pemanfaatan hara, stabilitas lingkungan perakaran, dan akumulasi biomassa. Peningkatan biomassa tidak diikuti oleh peningkatan lignifikasi yang berlebihan, sehingga kualitas struktural hijauan tetap terjaga. Pemodelan RSM mengonfirmasi bahwa interaksi antara unsur hara N, P, dan K yang berperan penting dalam menentukan respons produktivitas biomassa.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pre-Terra Preta berfungsi sebagai sistem pembenah tanah yang efektif dalam menggeser kondisi lahan marginal dari sistem pembatas menuju sistem responsif. Pendekatan berbasis ambang fungsional sifat tanah memberikan kerangka konseptual yang lebih tepat dalam perancangan strategi rehabilitasi lahan marginal dan pengembangan sistem hijauan pakan berkelanjutan di wilayah tropis.
Kata kunci: pre-Terra Preta; ambang fungsional; lahan marginal; produktivitas biomassa; hijauan pakan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI