DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PRARANCANGAN PABRIK MONOETILEN GLIKOL DARI ETILEN OKSIDA DAN KARBON DIOKSIDA DENGAN PROSES KARBOKSILASI DAN PROSES HIDROLISIS KAPASITAS 110.000 TON/TAHUN
PENGARANG:MUHAMMAD SIRAJUL HUDA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-09-03


Monoetilen glikol merupakan bahan kimia penting yang banyak digunakan dalam industri poliester, polyethylene terephthalate, resin, pelarut, cairan antibeku, dan berbagai produk kimia lainnya. Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap impor, dirancang pabrik monoetilen glikol berkapasitas 110.000 ton/tahun dengan bahan baku etilen oksida, karbon dioksida, dan air melalui proses karboksilasi dan hidrolisis menggunakan etilen karbonat sebagai senyawa perantara. Pada tahap karboksilasi, etilen oksida direaksikan dengan karbon dioksida dengan bantuan kalium iodida dan kalium molibdat untuk menghasilkan etilen karbonat. Selanjutnya, etilen karbonat dihidrolisis dengan air sehingga menghasilkan monoetilen glikol dan karbon dioksida. Pemilihan jalur reaksi ini ditujukan untuk meningkatkan selektivitas pembentukan produk, menekan pembentukan produk samping, serta menghasilkan proses yang lebih efisien dibandingkan hidrolisis langsung etilen oksida dengan penggunaan air berlebih dalam sistem produksi secara industrial terintegrasi. Produk kemudian dipisahkan dan dimurnikan hingga memenuhi spesifikasi sebelum disimpan dan didistribusikan. Pabrik direncanakan berlokasi di Kawasan Industri Merak-Bojonegara, Banten, berdasarkan pertimbangan ketersediaan bahan baku, utilitas, sarana transportasi, akses pasar, dan dukungan kawasan industri. Hasil analisis ekonomi menunjukkan kebutuhan modal investasi sebesar, biaya produksi Rp. 670.921.181.821,23 per tahun, serta hasil penjualan Rp. 1.308.031.512.673,15 per tahun. Laba sebelum dan sesudah pajak masing-masing sebesar Rp. 437.989.077.535,13 dan Rp. 350.391.262.028,11 per tahun. Nilai return on investment sebelum dan sesudah pajak sebesar 21% dan 17%, pay out time 3,42 dan 4,01 tahun, net present value ratio 1,32, interest rate of return 10,15%, break-even point 59%, serta shut down point 20%. Berdasarkan evaluasi teknis dan ekonomi tersebut, pabrik monoetilen glikol ini dinilai layak untuk didirikan dan dikembangkan lebih lanjut.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI