DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN KAYU PUTIH, MANGGA, DAN JAMBU METE PADA LAHAN REKLAMASI PASCATAMBANG DEMPLOT PIT 19D PT. INDOMINCO MANDIRI
PENGARANG:RENDY ADITYA RAHMAN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-09-10


RENDY ADITYA RAHMAN.2026 “Kesesuaian Lahan untuk Tanaman Kayu Putih (Melaleuca cajuputi), Mangga (Mangifera indica), dan Jambu Mete (Anacardium occidentale) pada Lahan Reklamasi Pascatambang Demplot PIT 19D PT. Indominco Mandiri”. Skripsi, Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Dr. Ir. Eko Rini Indrayatie, M.P. dan Dr. Badaruddin, S. Hut, M.P.

Kata Kunci: Evaluasi Kesesuaian Lahan; Lahan Reklamasi Pascatambang; Kayu Putih; Mangga; Jambu Mete.

Lahan reklamasi pascatambang mengalami perubahan sifat fisik dan kimia tanah akibat kegiatan penambangan sehingga memerlukan evaluasi kesesuaian lahan untuk menentukan jenis tanaman yang sesuai dalam mendukung keberhasilan revegetasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik lahan reklamasi Demplot PIT 19D PT Indominco Mandiri, menentukan kelas dan faktor pembatas kesesuaian lahan aktual, menentukan tindakan perbaikan beserta kelas kesesuaian lahan potensial, serta menyusun peta kesesuaian lahan aktual dan potensial untuk tanaman kayu putih (Melaleuca cajuputi), mangga (Mangifera indica), dan jambu mete (Anacardium occidentale). Penelitian dilaksanakan di Demplot PIT 19D PT Indominco Mandiri, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi lapangan, analisis laboratorium, dan data sekunder, kemudian dianalisis menggunakan metode matching berdasarkan Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan. Peta kesesuaian lahan disusun menggunakan Sistem Informasi Geografis melalui teknik overlay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan memiliki kemiringan lereng 0-8%, drainase baik, tekstur lempung berpasir, suhu rata-rata 27-28°C, dan pH tanah yang sesuai, namun masih memiliki tingkat kesuburan rendah akibat rendahnya kapasitas tukar kation, kejenuhan basa, kandungan C-organik, dan ketersediaan unsur hara. Kelas kesesuaian lahan aktual adalah S3nr untuk kayu putih, S3wa,nr,na untuk mangga, dan N1nr untuk jambu mete. Perbaikan lahan direkomendasikan melalui pembangunan saluran drainase permukaan, pemberian biochar 5-10 ton ha?¹, kompos 10-20 ton ha?¹, dan pupuk SP-36 100-150 kg ha?¹ sehingga meningkatkan kelas kesesuaian lahan potensial menjadi S2 untuk ketiga komoditas.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI