DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS PENGELOLAAN DAN PERTUMBUHAN TANAMAN AGROFORESTRI PADA KTH GUNUNG BATU BERMADU
PENGARANG:ACHDIYAT SUTIYONO
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-09-12


ABSTRACT. This study aimed to analyze agroforestry management and the growth of agroforestry plants in the Gunung Batu Bermadu Forest Farmer Group (KTH) in Sumber Baru Village, Sungai Pinang Sub-district, Banjar Regency. The study employed a descriptive quantitative method. Agroforestry management was analyzed descriptively through observation, interviews, and documentation using purposive sampling, while plant growth was analyzed through field measurements using systematic sampling on 10 circular sampling plots, each covering an area of 0.02 ha. The results showed that agroforestry management was implemented through a self-managed system with support from the Forest and Land Rehabilitation (RHL) Program of the Kayu Tangi Forest Management Unit, covering institutional, cost, cultivation, and utilization-plan aspects. The agroforestry system combined durian, avocado, petai, jengkol, cempedak, sengon, coffee, banana, and turmeric for both commercial and household purposes. Sengon had the highest average plant height (3.51 m), while durian had the largest average diameter (5.54 cm). Of 129 plants observed, 85 (65.89%) were healthy, 22 (17.05%) less healthy, 9 (6.98%) declining, and 13 (10.08%) dead, giving a plant survival rate of 89.92%. These results indicate that the agroforestry system implemented in the Gunung Batu Bermadu Forest Farmer Group has performed well and shows early success in supporting land rehabilitation while providing ecological and economic benefits.

Keywords: Agroforestry; Agroforestry Management; Plant Growth; Forest and Land Rehabilitation

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan agroforestri serta menganalisis pertumbuhan tanaman agroforestri pada KTH Gunung Batu Bermadu di Desa Sumber Baru, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Analisis pengelolaan agroforestri dilakukan secara deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan teknik purposive sampling, sedangkan analisis pertumbuhan tanaman dilakukan melalui pengukuran lapangan menggunakan systematic sampling pada 10 petak ukur berbentuk lingkaran seluas 0,02 ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan agroforestri dilaksanakan melalui sistem swakelola dengan dukungan Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) dari KPH Kayu Tangi, meliputi aspek kelembagaan, biaya, tahapan pengelolaan, dan rencana pemanfaatan. Sistem agroforestri mengombinasikan tanaman durian, alpukat, petai, jengkol, cempedak, sengon, kopi, pisang, dan kunyit yang dimanfaatkan untuk tujuan komersial maupun konsumsi rumah tangga. Rata-rata tinggi tanaman tertinggi terdapat pada sengon sebesar 3,51 m, sedangkan rata-rata diameter terbesar terdapat pada durian sebesar 5,54 cm. Penilaian kesehatan tanaman menunjukkan sebanyak 85 tanaman (65,89%) tergolong sehat, 22 tanaman (17,05%) kurang sehat, 9 tanaman (6,98%) merana, dan 13 tanaman (10,08%) mati, dengan persentase tumbuh tanaman mencapai 89,92%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem agroforestri yang diterapkan pada KTH Gunung Batu Bermadu telah berjalan dengan baik dan berpotensi memberikan manfaat ekologis sekaligus mendukung perekonomian masyarakat.

Kata kunci: Agroforestri; Pengelolaan Agroforestri; Pertumbuhan Tanaman; Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI