DIGITAL LIBRARY



JUDUL:STUDI PENGARUH GEOPOLIMER ORGANIK UNTUK BAHAN STABILISASI TANAH LEMPUNG SEBAGAI SUBGRADE JALAN RAYA
PENGARANG:PAKAR GUNAWAN MANALU
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2019-07-16


Stabilisasi tanah merupakan upaya untuk memperbaiki sifat dasar tanah, menambah kapasitas tanah dan kekuatan geser tanah dengan proses pencampuran tanah dengan bahan kimia atau aditif lainnya. Menstabilisasikan tanah bertujuan untuk meningkatkan kerapatan tanah, mengganti material yang tidak aktif sehingga meningkatkan kohesi, menambah bahan untuk menyebabkan perubahan-perubahan kimiawi dan/atau fisis pada tanah, menurunkan muka air tanah (drainase tanah), memperbaiki tanah yang buruk sehingga memenuhi spesifikasi teknis sebagai tanah dasar (subgrade) untuk perkerasan jalan raya.Bahan stabilisasi kimia tanah yang paling sering digunakan dan dianggap paling baik untuk tanah lempung adalah semen. Namun semen mempunyai dampak negatif, sehingga digunakan geopolimer organik sebagai ganti semen. Bahan pembentuk geopolimer organik berasal dari abu cangkang kelapa sawit dan aktivator alkali adalah NaOH.

                Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik tanah, hasil uji PI tanah awal sebesar 22,92% dan setelah penambahan geopolimer organik menjadi sebesar 15,70%. Uji mekanik tanah berupa pengujian pemadatan standar, CBR laboratorium dan kuat tekan bebas (UCT). Hasil uji pemadatan standar tanah awal berat isi kering sebesar 14,00 kN/m3 dan kadar air optimum sebesar 29,39%, setelah penambahan geopolimer organik berat isi kering menjadi sebesar 14,80 kN/m3 dan kadar air optimum menjadi sebesar 25,35% (memenuhi persyaratan). Hasil uji CBR tanah awal 6,9%, setelah penambahan geopolimer organik CBR menjadi sebesar 8,7% (memenuhi persyaratan). Hasil UCT tanah awal 59,87 kPa, setelah penambahan geopolimer organik UCT menjadi sebesar 90,91 kPa (memenuhi persyaratan).

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI