DIGITAL LIBRARY



JUDUL: PESAN MORAL DALAM RITUAL PERKAWINAN DI DAYAK NGAJU DI KECAMATAN HANAU
PENGARANG:HANY NOR AZIZAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-09-15


Azizah, Hany Nor. (2026) Pesan Moral dalam Ritual Perkawinan di Dayak Ngaju. Skripsi. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing : Prof. Rusma Noortyani, M.Pd. 

Kata Kunci: pesan moral, perkawinan adat, Dayak Ngaju

Ritual perkawinan adat Dayak Ngaju merupakan salah satu tradisi budaya yang masih dipertahankan oleh masyarakat sebagai bagian dari identitas dan warisan leluhur. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk mengkaji pesan moral yang terkandung dalam ritual perkawinan adat Dayak Ngaju serta relevansinya terhadap kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pesan moral yang terdapat dalam ritual perkawinan adat Dayak Ngaju dan menjelaskan relevansinya terhadap kehidupan sosial masyarakat Dayak Ngaju di Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas Damang Adat, tokoh masyarakat, dan pasangan pengantin yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan analisis tematik melalui tahapan reduksi data, pengelompokan tema, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual perkawinan adat Dayak Ngaju mengandung tiga jenis pesan moral, yaitu pesan moral individual, sosial, dan religius. Pesan moral individual meliputi tanggung jawab, kesetiaan, dan integritas dalam kehidupan rumah tangga. Pesan moral sosial tampak pada nilai gotong royong, musyawarah adat, solidaritas keluarga, dan penghormatan terhadap norma masyarakat. Pesan moral religius tercermin melalui nilai kesucian pernikahan, keharmonisan dengan alam, dan keseimbangan spiritual yang dipengaruhi oleh kepercayaan Kaharingan. Simbol-simbol adat seperti mandau, sirih pinang, Tampung Tawar, dan kangkang tawar juga memiliki makna moral dan spiritual yang mendalam. Ritual perkawinan adat masih relevan dalam kehidupan sosial masyarakat karena berfungsi sebagai media pendidikan karakter, pelestarian budaya, dan penguatan hubungan kekerabatan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa ritual perkawinan adat Dayak Ngaju tidak hanya berfungsi sebagai tradisi seremonial, tetapi juga sebagai media transmisi nilai moral dan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal yang masih relevan dalam kehidupan masyarakat Dayak Ngaju saat ini.

Azizah, Hany Nor. (2026) Moral Messages in Dayak Ngaju Marriage Rituals. Undergraduate Thesis. Department of Indonesian Language and Literature Education. Faculty of Teacher Training and Education. Lambung Mangkurat University, Banjarmasin. Supervisor: Prof. Rusma Noortyani, M.Pd. 

Keywords: moral message, customary marriage, Dayak Ngaju

The Dayak Ngaju traditional marriage ritual is a cultural tradition preserved by the community as part of their identity and ancestral heritage. However, modernization has led some of the younger generation to lose an understanding of the moral significance inherent in these traditional rituals. Therefore, this study is crucial for examining the moral messages contained within the Dayak Ngaju traditional marriage ritual and their relevance to the community's social life. The study aims to describe the forms of moral messages found in the ritual and explain their relevance to the social life of the Dayak Ngaju people in Hanau District, Seruyan Regency. A qualitative method with an ethnographic approach was employed. Data were gathered through participant observation, in-depth interviews, and documentation. Research informants included the Damang Adat (customary leader), community figures, and newlywed couples selected via purposive sampling. Data analysis utilized a thematic approach involving data reduction, thematic categorization, data presentation, and conclusion drawing.

The results indicate that the Dayak Ngaju traditional marriage ritual encompasses three types of moral messages: individual, social, and religious. Individual moral messages include responsibility, fidelity, and integrity within married life. Social moral messages are evident in values ??such as mutual cooperation (gotong royong), customary deliberation, family solidarity, and respect for community norms. Religious moral messages are reflected in the sanctity of marriage, harmony with nature, and spiritual balance values ??influenced by the Kaharingan belief system. Traditional symbols such as the mandau (traditional sword), sirih pinang (betel nut and leaf), Tampung Tawar, and kangkang tawar also hold profound moral and spiritual significance. The traditional marriage ritual remains relevant to the community's social life, serving as a medium for character education, cultural preservation, and the strengthening of kinship ties. The study concludes that the Dayak Ngaju traditional marriage ritual serves not only as a ceremonial tradition but also as a medium for transmitting moral values ??and character education rooted in local wisdom values ??that remain relevant to the lives of the Dayak Ngaju people today.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI