DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Partisipasi Petani Padi dalam Pengelolaan Lahan Rawa Pasang Surut pada Kegiatan Sekolah Lapang Swadaya di Desa Pendalaman Kecamatan Barambai Kabupaten Barito Kuala | |
| PENGARANG | : | KEYLA PARADYA PARAMITHA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-09-16 |
Pengelolaan lahan rawa pasang surut memerlukan partisipasi petani untuk mendukung budidaya padi yang efektif dan berkelanjutan. Namun, tingkat partisipasi petani dalam kegiatan Sekolah Lapang Swadaya di Desa Pendalaman masih bervariasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi petani padi dalam pengelolaan lahan rawa pasang surut pada kegiatan Sekolah Lapang Swadaya serta mengetahui permasalahan yang dihadapi petani padi dalam pengelolaan lahan rawa pasang surut pada kegiatan Sekolah Lapang Swadaya di Desa Pendalaman. Penelitian dilaksanakan di Desa Pendalaman Kecamatan Barambai Kabupaten Barito Kuala mulai bulan November 2025 hingga Juli 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan dukungan analisis deskriptif dan dilaksanakan menggunakan metode survei. Penentuan responden menggunakan teknik Proportionate Random Sampling. Populasi penelitian berjumlah 210 petani yang tergabung dalam 7 kelompok tani, dengan sampel sebanyak 30 petani yang ditentukan secara proporsional. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi petani dalam pengelolaan lahan rawa pasang surut pada kegiatan Sekolah Lapang Swadaya termasuk kategori tinggi dengan persentase rata-rata sebesar 74,93%. Indikator perencanaan memperoleh persentase tertinggi sebesar 76,98%, diikuti pelaksanaan kegiatan sebesar 74,38%, sedangkan pemanfaatan hasil dan evaluasi kegiatan masing-masing sebesar 74,17%, yang seluruhnya berada pada kategori tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa petani memiliki keterlibatan yang baik pada setiap indikator partisipasi. Permasalahan yang dihadapi petani padi dalam pengelolaan lahan rawa pasang surut pada kegiatan Sekolah Lapang Swadaya terdiri atas delapan jenis, yaitu air pasang/genangan, keterbatasan modal, keasaman air/tanah, keterbatasan sarana dan prasarana, keterbatasan saluran irigasi dan parit cacing, iklim/cuaca, bibit, serta hama/penyakit. Berdasarkan hasil penelitian air pasang/genangan merupakan permasalahan dengan frekuensi tertinggi, sebesar 66,67%, diikuti keterbatasan modal sebesar 63,33%, keasaman air/tanah sebesar 60,00%, keterbatasan sarana dan prasarana sebesar 56,67%, keterbatasan saluran irigasi dan parit cacing sebesar 50,00%, iklim/cuaca sebesar 46,67%, bibit sebesar 23,33%, serta hama/penyakit sebesar 10,00%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa permasalahan yang paling banyak dihadapi petani berkaitan dengan kondisi tata air, karakteristik lahan, modal, serta sarana dan prasarana usaha tani. Berdasarkan hasil penelitian pemerintah daerah dan instansi terkait disarankan meningkatkan dukungan pengelolaan lahan rawa pasang surut melalui perbaikan tata air, penyediaan sarana dan prasarana, dukungan permodalan dan bibit, serta pendampingan berkelanjutan oleh penyuluh.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI