DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS DINAMIKA SEKTORAL WILAYAH PERKOTAAN KALIMANTAN (BANJARMASIN, BANJARBARU, SAMARINDA, BALIKPAPAN, BONTANG, PONTIANAK, SINGKAWANG, PALANGKA RAYA, TARAKAN)
PENGARANG:EKHSAN GHIFARI RUSADI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-09-23


 

Ekhsan Ghifari Rusadi (2026), Analisis Dinamika Sektoral Wilayah Perkotaan Kalimantan (Banjarmasin, Banjarbaru, Samarinda, Balikpapan, Bontang, Pontianak, Singkawang, Palangka Raya, Tarakan). Pembimbing: Dr. M. Rusmin Nuryaddin, SE, M.Si

 

Penelitian ini dilakukan untuk (1) mengidentifikasi sektor basis dan non-basis pada wilayah perkotaan Banjarmasin, Banjarbaru, Samarinda, Balikpapan, Bontang, Pontianak, Singkawang, Palangka Raya, dan Tarakan menggunakan metode Location Quotient (LQ); (2) menganalisis pertumbuhan dan daya saing sektoral menggunakan metode Shift Share; serta (3) menganalisis tingkat spesialisasi sektor ekonomi menggunakan Indeks Spesialisasi selama periode 2021–2025.

Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan menurut lapangan usaha yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis data dilakukan menggunakan metode Location Quotient (LQ), Shift Share, dan Indeks Spesialisasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Banjarmasin, Samarinda, Palangka Raya, dan Tarakan masing-masing memiliki 14 sektor basis, Kota Pontianak 13 sektor, Kota Balikpapan 12 sektor, Kota Banjarbaru 11 sektor, Kota Singkawang 9 sektor, sedangkan Kota Bontang hanya memiliki 3 sektor basis. Sektor yang secara umum menjadi sektor basis pada sebagian besar kota meliputi Pengadaan Listrik dan Gas, Pengadaan Air dan Pengelolaan Sampah, Konstruksi, Perdagangan Besar dan Eceran, Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, Jasa Perusahaan, dan real estate, serta berbagai sektor jasa lainnya. Hasil analisis Shift Share menunjukkan bahwa Kota Banjarbaru dan Palangka Raya memiliki jumlah sektor prospektif terbanyak, yaitu masing-masing 11 sektor, diikuti Samarinda dan Tarakan masing-masing 9 sektor, sedangkan Kota Bontang tidak memiliki satu pun sektor prospektif. Sementara itu, hasil analisis Indeks Spesialisasi menunjukkan variasi tingkat spesialisasi antar kota, dengan Kota Bontang, Balikpapan, dan Samarinda tergolong memiliki spesialisasi tinggi, lima kota tergolong sedang, dan Kota Singkawang tergolong rendah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa struktur ekonomi wilayah perkotaan di Kalimantan bervariasi, sebagian terdiversifikasi mengikuti struktur provinsi dan sebagian lain terspesialisasi pada sektor pertambangan maupun industri pengolahan tertentu.

 

Kata Kunci:   Dinamika Sektoral, Location Quotient, Shift Share, Indeks Spesialisasi, Wilayah Perkotaan.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI