DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | POLA KEANEKARAGAMAN BURUNG BERDASARKAN STRUKTUR VEGETASI DI HUTAN LINDUNG LIANG ANGGANG 1 | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD RIFANI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-09-24 |
Muhammad Rifani. 2026. “Pola Keanekaragaman Burung Berdasarkan Struktur Vegetasi di Hutan Lindung Liang Anggang 1”. Skripsi, Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Dr. Abdi Fithria, S.Hut, M.P.dan Dr. Ir. Mufidah Asyari, M.P.
Kata kunci: komunitas burung, vegetasi habitat, keanekaragaman spesies, habitat gambut.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman burung, menggambarkan kondisi struktur vegetasi, serta mengkaji keterkaitan antara komunitas burung dan vegetasi di Hutan Lindung Liang Anggang Blok 1. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan tiga kondisi habitat, yaitu terbakar, tidak terbakar, dan pekarangan. Pengamatan burung dilakukan dengan metode point count, sedangkan analisis vegetasi mencakup tumbuhan bawah, semai, pancang, tiang, dan pohon. Data dianalisis menggunakan indeks Shannon-Wiener, indeks kemerataan, Indeks Nilai Penting (INP), serta korelasi Pearson. Hasil penelitian mencatat 25 jenis burung pada seluruh lokasi pengamatan. Nilai keanekaragaman burung berada pada kategori sedang, yaitu 2,352–2,611, dengan nilai tertinggi pada habitat pekarangan sebesar 2,611, kemudian habitat tidak terbakar sebesar 2,471 dan habitat terbakar sebesar 2,352. Nilai kemerataan tergolong tinggi dengan kisaran 0,812–0,887. Komunitas vegetasi menunjukkan tumbuhan bawah memiliki jumlah jenis paling tinggi. Rija-rija (Scleria sumatrensis) merupakan jenis dominan pada tumbuhan bawah, sedangkan Galam (Melaleuca leucadendron) dominan pada tingkat semai, pancang, dan tiang. Vegetasi tingkat pohon didominasi Akasia (Acacia mangium) dan Galam. Analisis korelasi menghasilkan nilai r = -0,50 yang menunjukkan hubungan negatif berkekuatan sedang antara jumlah jenis burung dan vegetasi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa keberadaan burung tidak hanya berkaitan dengan jumlah jenis vegetasi, tetapi juga dipengaruhi kondisi habitat, ketersediaan pakan, tempat berlindung, dan lokasi berkembang biak.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI