DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Strategi Ekonomi Petani Jeruk Dalam Menghadapi Fluktuasi Harga Jeruk Di Desa Karang Bunga Kabupaten Barito Kuala | |
| PENGARANG | : | PUTRI NURRI ISNAINI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-10-05 |
Putri Nurri Isnaini. 2026. Strategi Ekonomi Petani Dalam Menghadapi Fluktuasi Harga Jeruk Di Desa Karang Bunga Kabupaten Barito Kuala. Skripsi Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing I: Rusmaniah, M.Pd., dan Pembimbing II: Sovia Husni Rahmia, M.Pd.
Fluktuasi harga komoditas jeruk merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi petani karena memengaruhi tingkat pendapatan dan keberlangsungan usaha tani. Perubahan harga dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti musim panen, kondisi cuaca, serangan hama dan penyakit, serta mekanisme permintaan dan penawaran di pasar. Kondisi tersebut mendorong petani untuk menerapkan berbagai strategi ekonomi agar mampu mempertahankan keberlanjutan usaha tani dan meminimalkan risiko kerugian. Penelitian ini membahas strategi ekonomi yang dilakukan petani dalam menghadapi fluktuasi harga komoditas jeruk di Desa Karang Bunga, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan fluktuasi harga komoditas jeruk di Desa Karang Bunga; dan (2) mendeskripsikan strategi ekonomi yang diterapkan petani dalam menghadapi fluktuasi harga komoditas jeruk. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas petani jeruk dan pengepul yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi harga komoditas jeruk di Desa Karang Bunga dipengaruhi oleh musim panen, kondisi cuaca yang tidak menentu, serangan hama dan penyakit tanaman, serta perubahan jumlah pasokan dan permintaan di pasar. Harga jeruk cenderung meningkat pada periode Oktober hingga Desember ketika pasokan terbatas, sedangkan pada bulan Juni hingga September harga mengalami penurunan akibat panen raya. Dalam menghadapi kondisi tersebut, petani menerapkan strategi ekonomi dengan melakukan pemupukan, penyemprotan pestisida, menerapkan sistem jual borongan, bertani padi, dan beternak sapi.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa strategi ekonomi yang diterapkan petani mampu menjadi upaya dalam mempertahankan keberlangsungan usaha tani di tengah fluktuasi harga komoditas jeruk. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi petani, pemerintah daerah, dan pihak terkait dalam merumuskan kebijakan serta program pemberdayaan yang mendukung pengembangan usaha tani jeruk secara berkelanjutan.
Kata Kunci: Strategi ekonomi, petani, fluktuasi harga
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI