DIGITAL LIBRARY



JUDUL:POLA PERUBAHAN INTENSITAS URBAN HEAT ISLAND DI KOTA BANJARBARU 2001-2025 BERBASIS CITRA LANDSAT SEBAGAI DASAR MITIGASI PEMANASAN GLOBAL
PENGARANG:IKHSANUL FAJAR
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-10-08


ABSTRAK

Ikhsanul Fajar. 2026. "Pola Perubahan Intensitas Urban Heat Island di Kota Banjarbaru 2001-2025 Berbasis Citra Landsat sebagai Dasar Mitigasi Pemanasan Global". Skripsi, Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat. Dibimbing oleh Dr. Ir. Mufidah Asyari, M.P. dan Syam'ani, S.Hut., M.Sc.

 

Kata kunci: Urban Heat Island, Land Surface Temperature, citra Landsat, tutupan lahan, Banjarbaru

 

Perkembangan kawasan terbangun di Kota Banjarbaru turut mendorong terbentuknya fenomena Urban Heat Island (UHI), yaitu peningkatan suhu permukaan dan udara perkotaan dibandingkan wilayah sekitarnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kecenderungan perubahan UHI periode 2001-2025 berdasarkan citra Landsat lintas generasi, mengetahui kesesuaian hasil pemetaan UHI tahun 2025 terhadap data suhu udara BMKG, serta menganalisis hubungan tutupan lahan dengan intensitas UHI. Data diolah menggunakan Google Earth Engine melalui tahapan masking awan, komposit citra, perhitungan indeks NDVI dan NDBI, estimasi Land Surface Temperature (LST), klasifikasi UHI sebanyak enam kelas, serta analisis tren dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan intensitas UHI berfluktuasi dengan garis tren menurun secara keseluruhan selama 2001-2025, namun distribusinya tetap terkonsentrasi pada kawasan terbangun; sebelas kelurahan menunjukkan tren meningkat dan sembilan kelurahan menunjukkan tren menurun. Korelasi antara LST dan suhu udara maksimum BMKG bersifat positif, kuat, dan signifikan (r = 0,6833; p = 0,0143) ini mengindikasikan bahwa suhu permukaan sejalan dengan fluktuasi suhu udara di lapangan. Tutupan lahan berhubungan dengan intensitas UHI, ditunjukkan oleh korelasi NDVI yang bersifat negatif sedang (r = -0,4841) dan NDBI yang bersifat positif sedang (r = 0,5758). Temuan ini menegaskan bahwa vegetasi berperan menurunkan intensitas UHI, sedangkan kawasan terbangun meningkatkannya, sehingga dapat menjadi dasar strategi mitigasi pemanasan global melalui optimalisasi ruang terbuka hijau di Kota Banjarbaru

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI