DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Persepsi dan Partisipasi Masyarakat Terhadap Keberadaan Satwa Liar dan Konservasi Kawasan Hutan Mangrove di Kecamatan Kurau Tanah Laut
PENGARANG:SITI FARIDAH NUR AMALIA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-10-13


Desa Sungai Bakau merupakan kawasan pesisir di Kecamatan Kurau, Kabupaten

Tanah Laut, yang memiliki hutan mangrove relatif terjaga dan menjadi habitat

penting bagi satwa liar, meski menghadapi tekanan kerusakan akibat abrasi.

Keberhasilan konservasi kawasan tersebut sangat bergantung pada dukungan

masyarakat sekitar, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi

persepsi masyarakat terhadap keberadaan satwa liar, menganalisis tingkat

pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap konservasi mangrove dan satwa liar,

serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi persepsi dan partisipasi

masyarakat dalam upaya konservasi. Penelitian menggunakan metode campuran

(mixed methods) dengan desain konkuren triangulasi, menggabungkan kuesioner

tertutup terhadap 74 responden Kepala Keluarga yang ditentukan dengan rumus

Slovin dan teknik accidental sampling, serta wawancara mendalam terhadap 7

informan kunci yang dipilih secara purposive. Data kuantitatif dianalisis

menggunakan uji Chi-Square dan korelasi Rank Spearman, sedangkan data

kualitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi

masyarakat terhadap satwa liar tergolong sangat baik (skor rata-rata 207 dari skor

ideal 222 atau 93,24%), begitu pula tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat

terhadap konservasi (skor rata-rata 198 dari skor ideal 222 atau 89,19%), meski

keaktifan pemerintah dalam konservasi dinilai masih perlu ditingkatkan. Jenis

kelamin dan pekerjaan berpengaruh signifikan terhadap persepsi masyarakat

(p=0,036 dan p=0,011) tetapi tidak terhadap tingkat partisipasi, sementara umur dan

lama tinggal tidak berpengaruh signifikan terhadap keduanya. Hubungan antara

persepsi dan partisipasi bersifat positif namun lemah (rho=0,331; p=0,004),

menunjukkan bahwa partisipasi juga dipengaruhi faktor lain di luar persepsi.

Penelitian ini merekomendasikan pembentukan lembaga rehabilitasi mangrove

berbasis komunitas yang melibatkan masyarakat secara aktif, didukung penguatan

infrastruktur pesisir dan pelatihan pengelolaan konservasi berkelanjutan.

Kata Kunci: Persepsi Masyarakat, Satwa Liar, Konservasi, Hutan Mangrove, Desa

Sungai Bakau

 

Sungai Bakau Village is a coastal area in Kurau Subdistrict, Tanah Laut Regency,

that still has a relatively well-preserved mangrove forest and serves as an important

habitat for wildlife, despite facing degradation pressure from abrasion. The success

of conservation efforts in this area depends heavily on support from the surrounding

community, so this study aims to identify community perceptions of the presence

of wildlife, analyze the level of community knowledge and attitudes toward

mangrove and wildlife conservation, and analyze the factors influencing

community perception and participation in conservation efforts. The study used a

mixed-methods approach with a concurrent triangulation design, combining a

closed-ended questionnaire administered to 74 head-of-household respondents

determined using the Slovin formula and accidental sampling, with in-depth

interviews of 7 key informants selected purposively. Quantitative data were

analyzed using the Chi-Square test and Spearman rank correlation, while qualitative

data were analyzed descriptively. The results show that community perception of

wildlife is categorized as very good (average score of 207 out of an ideal score of

222, or 93.24%), as is the community's level of knowledge and attitude toward

conservation (average score of 198 out of an ideal score of 222, or 89.19%),

although the government's active role in conservation is still considered in need of

improvement. Gender and occupation had a significant effect on community

perception (p=0.036 and p=0.011) but not on the level of participation, while age

and length of residence had no significant effect on either variable. The relationship

between perception and participation was positive but weak (rho=0.331; p=0.004),

indicating that participation is also influenced by factors beyond perception. This

study recommends the establishment of a community-based mangrove

rehabilitation institution that actively involves the community, supported by

strengthened coastal infrastructure and training in sustainable conservation

management.

Keywords: Community Perception, Wildlife, Conservation, Mangrove Forest,

Sungai Bakau Village

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI