DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KOMPOSISI DAN KEANEKARAGAMAN JENIS PAKU-PAKUAN (Pteridophyta) DI KAWASAN HUTAN LINDUNG LIANG ANGGANG BANJARBARU
PENGARANG:SINTA PURBA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-10-13


SINTA PURBA. 2026. “Komposisi dan Keanekaragaman Jenis Paku-pakuan (Pteridophyta) di Kawasan Hutan Lindung Liang Anggang Banjarbaru. Skripsi, Program Studi Kehutanan, Fakultass Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing Hj. Dina Naemah, S.Hut., M.P. dan Dr. H. Kissinger, S.Hut., M.Si.

 

Kata Kunci: Paku-pakuan, Komposisi Jenis, Keanekaragaman, INP, Pemanfaatan, Hutan Lindung Liang Anggang

 

Paku-pakuan (Pteridophyta) merupakan salah satu komponen tumbuhan bawah yang memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi jenis, penguasaan jenis, keanekaragaman jenis serta manfaat tumbuhan paku-pakuan di Kawasan Hutan Lindung Liang Anggang. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan pada tahun 2026 dengan objek penelitian berupa tumbuhan paku-pakuan (Pteridophyta). Pengambilan data dilakukan melalui observasi lapangan dengan metode purposive sampling pada 10 plot pengamatan. Data yang dikumpulkan meliputi jenis dan jumlah individu paku-pakuan. Analisis data dilakukan melalui identifikasi komposisi jenis, Indeks nilai Penting (INP), indeks keanekaragamn Shannon-Wiener (H’) serta wawancara mengenai pemanfaatan paku-pakuan oleh masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukkan 6 jenis paku-pakuan yang termasuk dalam 5 famili, yaitu Kelakai (Stenochelaena palustris), Paku hata (Lygodium microphyllum), Paku mangga (Sphaerostephanos heterocarpus), Paku pedang (Nephrolepis falcata), Paku kelabang (Nephrolepis cordifolia L.) dan Paku perak (Pityrogramma calomelanos) dengan jumlah keseluruhan 1.133 individu. Paku pedang memiliki nilai INP tertinggi sebesar 57,92% sedangkan paku perak memiliki nilai INP terendah sebesar 10,55%. Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener sebesar 1,48 menunjukkan bahwa keanekaragaman jenis paku-pakuan termasuk kategori sedang. Hasil wawancara menunjukkan bahwa kelakai dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai bahan pangan berupa sayuran. Penelitian ini memberikan informasi mengenai komposisi, penguasaan, keanekaragaman dan pemanfaatan paku-pakuan sebagai bagian dari data vegetasi di Kawasan Hutan Lindung Liang Anggang.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI