DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGARUH PANAS DAN KEKERINGAN TERHADAP VIABILITAS ISOLAT MIKROBA ANTAGONIS Trichoderma sp. YANG TELAH DIENKAPSULASI UNTUK MENEKAN PENYAKIT MOLER PADA BAWANG MERAH SECARA IN VITRO | |
| PENGARANG | : | DIVAYONA BEGIDINA BR TARIGAN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-10-14 |
Permasalahan dalam bidang pengendalian hama dan penyakit tanaman di lahan gambut adalah terkait metode aplikasi mikroorganisme antagonis selama ini kurang efektif ketika diaplikasikan di lapangan. Melalui teknik enkapsulasi, mikroorganisme terlindungi dari risiko hanyut, kehilangan, atau pelarutan, sekaligus terlindung dari efek toksik lingkungan tanah gambut. Salah satu faktor di lapangan yang mempengaruhi efektifitasnya adalah kondisi lingkungan terutama suhu lingkungan. Sehingga tujuan penelitian ini adalah meningkatkan efektivitas aplikasi mikroba antagonis di lahan suboptimal yang memiliki berbagai kondisi kurang menguntungkan yang membatasi kinerja mikroba, sehingga mikroorganisme tersebut dapat berfungsi secara optimal sesuai kapasitas dan potensinya melalui penelitian tentang berbagai variasi suhu dan kekeringan yang memengaruhi viabilitas mikroba antagonis.
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan dua percobaan yaitu lama dedahan kekeringan (0, 1, 2, 3, 4 dan 5 hari) serta dedahan suhu (suhu ruang, 20°C, 30°C, 35°C dan 40°C). Viabilitas mikroba diamati berdasarkan pertumbuhan koloni menggunakan metode pour plate dengan parameter rata-rata jari-jari koloni. Data dianalisis menggunakan uji Bartlett, analisis ragam (ANOVA) dan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama dedahan kekeringan dan suhu berpengaruh sangat nyata terhadap viabilitas Trichoderma sp. terenkapsulasi. Peningkatan lama dedahan kekeringan dan suhu penyimpanan cenderung menurunkan pertumbuhan koloni dengan pertumbuhan koloni terendah terjadi pada perlakuan dedahan kekeringan 4-5 hari dan suhu 40°C. Isolat Trichoderma sp. terenkapsulasi masih mampu tumbuh kembali setelah mengalami cekaman lingkungan berupa kekeringan dan suhu penyimpanan.
Kata kunci: agen hayati, enkapsulasi, kekeringan, suhu, Trichoderma sp.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI